Connect with us

KABAR SULUT

Jimmy Eman rombak ‘kabinet’, ini strukturnya

Published

on

Pengambilan sumpah dan janji pejabat baru di Pemkot Tomohon. (Foto: zonautara.com)

TOMOHON, ZONAUTARA.comPerombakan ‘kabinet’ di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dilakukan Wali Kota Jimmy Feidie Eman, Senin (6/1/2020).

Sejumlah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama eselon II, jabatan administrator eselon III, pengawas, Lurah hingga Kepala Sekolah (Kasek), mengalami pergantian pimpinan.

Para pejabat tersebut dilantik langsung oleh Wali Kota Eman, di Anugerah Hall Paslaten.

Di jajaran pimpinan tinggi pratama pun terdapat sejumlah nama yang mendapatkan promosi.

Sementara, sejumlah posisi Kepala Badan dan Kepala Dinas (Kadis) tidak mengalami perubahan, di antaranya Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Pariwisata, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah.

Dalam sambutannya, Eman mengatakan, rolling jabatan yang dilakukan saat ini merupakan upaya untuk mengisi posisi-posisi yang lowong karena ditinggal oleh pejabat lama yang telah memasuki masa purna tugas.

Jika dilihat dari jumlah pejabat dilantik yang banyak, kata Eman, hal tersebut dikarenakan adanya perubahan nomenklatur.

“Perlu ditegaskan, rolling ini hanya mengisi pejabat yang lowong. Kalau kemudian hari ini terlihat banyak karena perubahan nomenklatur. Ada Bagian (Sekretariat Daerah) yang dilebur. Kalau 2019 ada (bagian) umum dan perlengkapan, saat ini tinggal umum. Begitu juga humas, tentunya dengan struktural di bawahnya,” ungkap Eman.

Eman menuturkan, dirinya percaya, seluruh pejabat yang baru dilantik bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Karena jabatan adalah kepercayaan,
mari kita memperlihatkan kinerja yang baik. Banyak selamat untuk yang sudah dilantik. Saya berharap semua akan kompak untuk bekerja sebaik mungkin
karena banyak agenda yang akan dilaksanakan di tahun ini,” tuturnya.

Berikut ini struktur pejabat yang baru saja dilantik :

– Asisten Pemerintahan dan Kesra : Jusak Samuel Toar Pandeirot
– Asisten Perekonomian dan Pembangunan : Enos Pontororing
– Asisten Administrasi Umum : Octavianus DS Mandagi

– Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan : dr Olga Karinda
– Staf Ahli Bidang Administrasi dan SDM : Nova Rompas
– Inspektur : Jeane Bolang
– Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM : Josias F Makalew
– Kepala Bapelitbang : Daniel Pontonuwu
– Kepala Dinas Kominfo : Novi Politon
– Kepala Dinas Tenaga Kerja : Sjerly Bororing
– Kepala Dinas Lingkungan Hidup : John ES Kapoh
– Kepala Dinas Perkim : Hengkie Supit
– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : dr Jhon Lumopa
– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB : Trisye Polii
– Kepala Dinas Pangan : Royke Roeroe
– Kepala Dinas Sosial : Vonnie Montolalu
– Kepala Dinas Perhubungan : Ronald Kalesaran
– Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM : ODS Mandagi

– Kepala Bagian Administrasi Pembangunan : Harny Korompis
– Kepala Bagian Umum : Fredly Parengkuan
– Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam : Laurensius Kawuwung
– Kepala Bagian Kesra : Early Timbuleng
– Kepala Bagian Pemerintahan : Jureyke Pitoy
– Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan : Christo Kalumata
– Kepala Bagian Organisasi : Royke Tangkawarow
– Camat Tomohon Barat : Jhony Gigir
– Camat Tomohon Timur : Klaudius Kalesaran
– Camat Tomohon Selatan : Stenly Mokorimban

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com