Connect with us

Zona Bolmong Raya

Kinerja buruk, Yasti copot Dua pejabat eselon II

Yasti: Bukan hanya formalitas pendistribusian jabatan ataupun pengisian jabatan yang lowong

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menggelar mutasi jabatan struktural di lingkup Pemkab Bolmong, Jumat (10/1/2020).

Berdasarkan lampiran surat keputusan Nomor 821.2/B.03/BKPP/SK/01/2020, tercatat sebanyak 154 pejabat baik eselon II, III dan IV yang dilantik. Pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Kantor Bupati Bolmong itu dipimpin langsung Bupati, Yasti Soepredjo Mokoagow.

Menariknya, dalam pelaksanaan mutasi jabatan kali ini, ada yang dipromosikan, ada yang dipindah ke jabatan lainnya yang setara, serta ada juga yang turun bahkan harus rela kehilangan jabatan.

Sebut saja, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, Sahara Albugis dan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Max Iswady Mokodompit yang harus kehilangan jabatan. Sahara saat ini menjadi dokter fungsional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) digantikan Erman Paputungan yang sebelumnya menjabat Kepala RSUD.

Sedangkan Max saat ini diperbantukan pada Dinas Perhubungan Bolmong. Sementara, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar dijabat oleh Deker Rompas yang sebelumnya Sekretaris Badan Kesbangpol.

Dalam sambutannya, Yasti menegaskan pelantikan pejabat struktural itu bukan hanya formalitas pendistribusian jabatan ataupun pengisian jabatan yang lowong. Serta bukan sekadar menempatkan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu. Melainkan sarana penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi diri. Selain itu, mutasi jabatan juga untuk pembenahan penyegaran dan pemantapan roda organisasi pemerintahan dalam rangka peningkatan kompetensi ke arah tercapainya sumber daya aparatur yang handal dan profesional guna pencapaian visi dan misi pembangunan daerah saat ini.

“Saya ingin menyampaikan bahwa mutasi kali ini adalah hasil evaluasi kinerja dari bapak ibu sekalian,” tegas Yasti.

Menurut dia, selama ini, ada yang sudah mendapatkan jabatan tapi tidak sungguh-sungguh. Sehingga kinerjanya buruk. Bahkan ada yang dengan sengaja menghancurkan karir dan kepercayaan yang telah diberikan sehingga merusak citra sebagai aparatur pemerintah.

“Selain mengacu pada hasil lelang jabatan, ini juga sudah termasuk evaluasi kinerja masing-masing. Termasuk persoalan asset, kehadiran, dan tanggung jawab kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, kepada para pejabat yang baru dilantik, Bupati mengimbau agar segera melaksanakan serah terima asset yang ada di masing-masing perangkat daerah selambat-lambatnya pekan depan. Serta peliharalah dengan baik asset tersebut agar dapat digunaakan dalam jangka waktu yang lama.

“Segera tuntaskan permasalahan asset yang masih tersisa selambat-lambatnya bulan ini juga. Sebelum BPK perwakilan Sulut melaksanakan pra audit atas pengelolaan keuangan daerah,” tandasnya.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Tahun 2020, 11 desa maju dan 85 desa berkembang di Bolmut

Published

on

Pelaksanaan kegiatan dana desa dengan padat karya tunai di Kabupaten Bolmut. (Foto Dinas PMD Bolmut)

BOROKO, ZONAUTARA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmong Utara (Bolmut) merilis rekapitulasi perkembangan status desa di Kabupaten Bolmut tahun 2020, berdasarkan hasil survei Indeks Desa Membangun (IDM).

Dimana tahun 2020 ini ada 11 desa kategori desa maju, 85 desa masuk kategori desa berkembang dan 10 desa tertinggal, dari jumlah 106 desa di Kabupaten Bolmut. 

Kepala Dinas (Kadis) PMD Bolmut Fadly Usup mengatakan data tersebut merupakan data terbaru.

“Survei dilakukan pada 106 desa dengan kuesioner sejumlah 719 pertanyaan,” ungkapnya.

Survei dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dibantu oleh pendamping desa.

“Dan yang mengisi kuesioner tersebut adalah pemerintah desa. Survei ini ini berdasarkan amanat Permendes nomor 2 tahun 2016, “tutur mantan Camat Bolangitang Barat ini.

Usup mengharapkan untuk desa tertinggal harus bisa menjadi desa berkembang, berkembang menjadi maju dan yang maju harus jadi mandiri.

“Atau bisa saja dari tertinggal jadi maju dan ada juga maju jadi tertinggal,” ungkapnya saat ditanya bagaimana desa-desa tersebut kedepannya.

Disinggung apakah baik desa maju dan berkembang disebabkan karena dana desa, dirinya mengiyakan karena pembangunan yang dianggarakan melalui APBDes dan pembangunan yang di anggarakan oleh Pemda.

“Termasuk bagaimana akses ke sekolah, pasar, toko, tempat ibadah, gotong royong, lingkungan, tanggap bencana dan banyak variable yang dinilai,” tuturnya.

Data status desa di Kabupaten Bolmong Utara dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2017
Desa maju : 5
Desa Berkembang : 45
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 8

Tahun 2019
Desa Maju : 5
Desa Berkembang : 76
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 0

Tahun 2020
Desa Maju : 11
Desa Berkembang : 85
Desa Tertinggal : 10
Desa Sangat Tertinggal : 0 

(FM)

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com