Connect with us

ZONA DAERAH

Masuki usia ke-17, Tomohon disebut telah alami kemajuan di berbagai aspek

Published

on

Upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-17 Kota Tomohon di Kecamatan Tomohon Tengah. (Foto: Humas Pemkot)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kota Tomohon merayakan Hari Jadi ke-17, Senin (27/1/2020). Peringatan terbentuknya Kota Tomohon sebagai daerah otonom kal inipun dirayakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya, upacara dilaksanakan di satu lokasi dan diikuti oleh seluruh unsur, namun kali ini upacara peringatan Hari Jadi Kota Tomohon dilaksanakan di tiap kecamatan.

Upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tersebut dipimpin oleh masing-masing Kepala Kecamatan (Camat), dengan membacakan sambutan dari Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Di Kecamatan Tomohon Tengah, upacara dilaksanakan di lapangan upacara SD Santa Clara, Kelurahan Kolongan, dengan Inspektur Upacara (Irup) Camat Michael Edvin Joseph.

Saat membacakan sambutan Wali Kota, Joseph mengatakan, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon menyampaikan selamat hari jadi ke- 17 kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon.

Dia pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu yang pernah memimpin Kota Tomohon, para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan seluruh warga kota yang telah mewarnai perubahan Kota Tomohon

Menurut dia, peringatan 17 tahun Kota Tomohon harus dimaknai sebagai sarana mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan manusia dan lingkungannya, dengan memanfaatkan daya pikir yang lebih maju, sesuai tema peringatan Hari Jadi Kota Tomohon tahun ini, yakni “Kompak dan tangguh adalah kita, bersama kita wujudkan Tomohon Kota Wisata Dunia”.

Dia mengatakan, pelaksanaan upacara di masing-masing Kecamatan dimaksudkan agar seluruh komponen masyarakat terlibat dan merayakan kemeriahan Hari Jadi Kota secara bersama-sama, karena Kota Tomohon adalah milik semua.

“Peringatan hari bersejarah ini menjadi momentum evaluasi terhadap apa yang telah kita sumbangkan untuk Kota Tomohon, khususnya dalam mendorong terciptanya peradaban yang lebih maju, adil dan berkarakter,” katanya.

Tujuh belas tahun perjalanan yang dilalui Kota Tomohon, kata dia, tentunya telah mengalami berbagai perubahan yang signifikan dari berbagai aspek  sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan, dan tentunya telah banyak juga prestasi yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kemajuan dalam berbagai aspek sangat nampak seperti infrastruktur, perekonomian, pendidikan, sosial budaya, serta berbagai aspek lainnya. Berbagai perubahan ini tentu menjadikan Tomohon sebagai tempat yang nyaman bagi sistem kehidupan, sekaligus memberi dampak manfaat besar terhadap terhadap peningkatan kesejahteraan warga masyarakat dalam jangka panjang,” tuturnya.

Dia berharap, peringatan Hari Jadi ke-17 Kota Tomohon menjadi titik tolak lahirnya budaya perubahan, berubah untuk menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik, mandiri, bahagia dan sejahtera.

“Semoga karya- karya indah ini menjadi motivasi dan tanda mata bagi generasi saat ini dan bagi generasi mendatang. Kami berkomitmen untuk merampungkan program dedicate EMAS, yakni e-government, merubah wajah kota, akselerasi pembangunan dan smart city melalui Mal Pusat Pelayanan Publik, infrastruktur merata dan memadai, serta sistem pemerintahan yang berbasis e-government,” jelasnya.

Di tahun 2020 ini, tambah dia, Kota Tomohon akan menggelar kejuaraan Open Tournament Kajati Sulut Cup ke-II pada bulan februari, Tomohon International Flower Festival (TIFF) pada bulan agustus, Pilkada langsung Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Wali Kota, Wakil Wali Kota Tomohon, serta tuan rumah penyelenggara HUT Pekabaran Injil ke-189 bulan Juni dan HUT GMIM Bersinode ke-86 pada bulan September nanti.

“Kiranya seluruh komponen masyarakat Kota Tomohon dapat mendukung dan menyukseskan agenda-agenda ini. Tentu dengan menjaga keamanan, kebersihan, keindahan dan ketertiban dalam hidup bermasyarakat,” ujarnya.

“Kita memiliki fondasi dan tradisi budaya yang kuat untuk semakin mengukuhkan Kota Tomohon sebagai kota pariwisata yang kreatif, kota yang menginspirasi, kota yang bisa melindungi warganya, serta kota yang memberi manfaat bagi warga daerah sekitar dan bangsa Indonesia pada umumnya,” timpalnya.

Dia pun berharap, peringatan Hari Jadi ke-17 Kota Tomohon menjadi titik tolak lahirnya budaya perubahan, yakni berubah untuk menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik, mandiri, bahagia dan sejahtera, dengan membangun kota yang meninggikan Tuhan melalui kecerdasan, kebaikan, kreativitas, dan budi pekerti yang baik.

“Sehingga pertumbuhan fisik, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan berjalan paralel dengan pelestarian dan keseimbangan sistem kehidupan,” pungkasnya.

Diketahui, upacara di Kecamatan Tomohon Timur dilaksanakan di Puncak Rurukan dengan Irup Camat Klaudius A Kalesaran. Di Kecamatan Tomohon Selatan upacara dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Tumatangtang dengan Irup Camat Stenly C Mokorimban. Di Kecamatan Tomohon Barat upacara digelar di lapangan kompleks kantor Kecamatan dengan Inspektur Camat John Gigir.

Serta di Kecamatan Tomohon Utara, upacara dilaksanakan di lapangan Kelurahan Wailan, dengan Irup amat Martine I Mamesah.

Perayaan di setiap kecamatan pun dilaksanakan dengan kreativitas masing-masing. Di mana, usai upacara dilanjutkan dengan jamuan kasih ala tradisional, seperi makan singkong, sayur pakis, sayur koles dan diletakkan di daun pisang dan makan tanpa pakai sendok dengan menggunakan bambu sebagai tempat minum saguer.

Di Kecamatan Tomohon Utara, usai upacara dilanjutkan devile yang mengambil star dari lokasi upacara dan finish di kompleks depan kantor Camat Tomohon Utara.

Upacara diikuti Ketua dan pada Anggota DPRD bersama para pejabat jajaran Pemkot Tomohon termasuk pejabat dan pegawai yang bermukim di wilayah Manado, tokoh agama dan masyarakat, para lurah se-Tomohon, jajaran Kepolisian, ASN dan Tenaga Kontrak, unsur Karang Taruna, Perangkat Kelurahan, Linmas, unsur siswa SD, SMP, SMU.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Bolmong Raya

Peta sebaran kasus Covid-19 di Kotamobagu

3 orang PDP dan 62 orang ODP.

Bagikan !

Published

on

KOTAMOBAGU, ZONAUTARA.COM –Jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kotamobagu terus bertambah

Namun hingga Rabu (25/3/2020) belum pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Menurut keterangan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu dr Sandra Pontoh, pasien yang berstatus PDP ada sebanyak tiga orang dan ODP sebanyak 62 orang

“Sebarannya hampir di semua desa dan kelurahan yang ada di Kotamobagu,” jelas Pontoh, Rabu (25/3).

Pontoh berharap masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya untuk tetap berada di rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak dengan orang lain

Berikut peta dan daftar jumlah pasien berstatus ODP dan PDP sesuai sebaran wilayah:

Molinow, PDP 1, ODP 1
Motoboi Kecil, PDP 1, ODP 1
Kelurahan Kotamobagu, OPD 9, PDP 1
Kopandakan satu, ODP 4
Poyowa Kecil, ODP 2
Mongkonai Barat, ODP 2
Matali, ODP 3
Pobundayan, ODP 4
Poyowa Besar, ODP 3
Kobo Kecil, ODP 1
Motoboi Besar, ODP 2
Tumubui, ODP 2
Sinindian, ODP 3
Moyag, ODP 1
Kotabangun, ODP 4
Mogolaing, ODP 8
Gogagoman, ODP 3
Biga, ODP 1
Gengulang, ODP 1
Pontodon Induk, ODP 4
Bilalang, ODP 2

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com