Connect with us

ZONA TERKINI

Virus corona terus mengancam, satu pasien di Hong Kong meninggal

Sebelumnya satu pasien juga meninggal di Filipina.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Setelah Filipina, kini satu pasien terinfeksi virus corona di Hongkong meninggal dunia, Selasa (4/2/2020). Ini merupakan laporan kedua korban meninggal di luar China.

CNN melansir, pasien yang berusia 39 tahun itu mengalami gejala-gejala mengidap virus corona setelah kembali dari Wuhan, China pada 21 Januari lalu. Setelah dirawat intensif, pasien yang awalnya mengeluh demam itu akhirnya meninggal dunia.

Kematian pasien di luar China akibat virus yang menyebar dengan cepat itu, semakin mengkhawatirkan.

Komisi Kesehatan Nasional China mencatat 64 orang di Provinsi Hubei meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona pada Selasa (4/2). Total korban meninggal dunia bertambah menjadi 414 di daerah pusat penyebarannya di Hubei dan total 425 orang di seluruh China.

Mengutip AFP, penyebaran virus corona dalam sehari di Hubei bertambah 2.345 dan total mencapai 3.235 kasus di seluruh China.

Pemerintah China mencatat 10.990 pasien dengan 576 lainnya dinyatakan dalam kondisi kritis tengah mendapat perawatan di Hubei.

Di seluruh dunia, 20.400 kasus wabah virus corona yang menyebar di 26 negara.

Penyebaran virus corona yang masif dalam dua bulan terakhir membuat pemerintah China kewalahan memenuhi peralatan medis dan masker. Saat ini masyarakat China kesulitan mendapatkan masker karena sebagian besar buruh pabrik sedang libur Imlek. | CNN

Bagikan !

Lingkungan dan Konservasi

Ketambahan 21 spesies baru, Indonesia punya 1.794 spesies burung

Ada empat spesies yang keluar dari daftar sebelumnya.

Bagikan !

Published

on

Foto: Burung Indonesia

ZONAUTARA.COM – Indonesia kini memiliki 1.794 spesies burung setelah penambahan 21 spesies baru hingga awal 2020.

“Berdasarkan catatan kami ini mencakup keluarnya empat spesies dari daftar 1.777 spesies menjadi 1.773 spesies, namun ada penambahan 21 spesies baru sehingga totalnya kini 1.794 species burung,” kata Research & Communication Officer Burung Indonesia, Achmad Ridha Junaid dalam keterangan resmi dikutip Senin (17/2/2020).

Ada tujuh spesies burung yang baru dideskripsikan (newly described species), termasuk Myzomela alor (Myzomela prawiradilagae) dan cabai kacamata (Dicaeum dayakorum).

Perkembangan ilmu ornitologi dan taksonomi, membantu identifikasi 14 spesies burung dari hasil pemisahan spesies terdahulu (split species).

Sementara Myzomela alor diumumkan sebagai spesies baru pada Oktober 2019. Burung endemis Pulau Alor ini menghuni habitat pegunungan pada rentang ketinggian 900-1.270 mdpl.

Menurut Achmad, empat spesies yang sebelumnya dianggap sebagai spesies tersendiri, melalui studi terbaru, diketahui masih merupakan subspesies dari spesies yang telah dikenal sebelumnya.

“Sebagai contoh sikatan tanajampea (Cyornis djampeanus), yang sebelumnya dikenal sebagai spesies endemis di Pulau Tanajampea, ternyata masih memiliki kemiripan dengan sikatan sulawesi (Cyornis omissus). Sehingga sikatan tanajampea dikelompokkan sebagai subspesies sikatan sulawesi,” ujarnya.

Sedang spesies baru lainnya yaitu cabai kacamata atau spectacled flowerpecker.

Semua itu memerlukan kajian mendalam dalam waktu lama hingga akhirnya para ilmuwan memperkenalkannya sebagai spesies baru yang kemudian diberi nama ilmiah Dicaeum dayakorum.

Nama tersebut terinspirasi sekaligus untuk menghormati Suku Dayak yang memiliki pengetahuan lokal luar biasa tentang flora dan fauna di tanah kelahiran mereka.

Selain itu, lanjut Ahmad, lima spesies burung lainnya yang baru bagi sains yaitu kipasan peleng, ceret taliabu, myzomela taliabu, cikrak peleng, dan cikrak taliabu. Tiga spesies berasal dari Pulau Peleng, Provinsi Sulawesi Tengah dan dua spesies lainnya berasal dari Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara).

Penambahan jumlah spesies secara signifikan ini terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan ornitologi dan taksonomi. Atas dasar perbedaan tersebut, beberapa subspesies kemudian diakui sebagai spesies yang berbeda dan menjadi spesies tersendiri.

Secara terperinci split species tersebut terdiri dari tiga spesies burung uncal/merpati, tiga spesies nuri, satu spesies merbah/cucak, tiga spesies sikatan, dan empat spesies burung kacamata.

Pada penghujung 2019, Badan Konservasi Dunia (IUCN) juga telah memperbarui Daftar Merah Spesies Terancam Punah (IUCN Red List of Threatened Species) di dunia dan diikuti oleh BirdLife International yang mengumumkan 11.147 spesies burung di dunia.

Infografis dari Burung Indonesia.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com