Connect with us

Bencana dan Musibah

Merapi erupsi, tak ada korban jiwa

Hujan abu tipis terjadi di Sleman.

Bagikan !

Published

on

Wisatawan menggunakan jeep saat berkeliling di Merapi. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Gunung Merapi di Jawa Tengah erupsi pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 05.15 WIB pagi tadi.

Balai Taman Nasional Gunung Merapi menyebutkan rekaman seismogram amplitudo letusan mencapai 75 mm dengan durasi 150 detik. Berdasarkan pengamatan tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter dengan arah angin ke barat laut.

Hingga Kamis sore tak ada laporan soal korban jiwa dari letusan salah satu gunung teraktif di Indonesia ini.

Namun demikian pihak terkait menghimbau warga untuk menghindari beraktifitas pada radius 3 km dari puncak Merapi.

Dari Sleman dilaporkan, pasca erupsi hujan abu tipis sempat mengguyur wilayah Sleman, Yogyakarta.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menetapkan status Merapi pada level waspada atau level II.

Selain di Sleman, hujan abu tipis juga terjadi di Cepogo dan Boyolali, Jawa Tengah.

Meski terjadi hujan abu, namun warga tetap beraktivitas seperti biasa.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Masuki hari ke-7, Tim SAR gabungan hentikan pencarian pegawai PLN

Published

on

Proses pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR. (Foto: Humas Basarnas)

MANADO, ZONAUTARA.comMemasuki hari ke-7, pencarian terhadap petugas PLN atas nama Subandio, lelaki yang dilaporkan hilang di laut belum membuahkan hasil alias nihil, Kamis (6/2/2020).

Tim SAR gabungan menyatakan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Manado Suhri Noster Norbertus Sinaga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan perusahaan PLN, bahwa pencarian dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan.

Menurut Sinaga, area pencarian dari titik lokasi kejadian sudah diperluas sampai 17 mil.

“Selama pencarian Tim Basarnas, Polair, Marinir dan BPBD sudah memberitahukan kepada nelayan-nelayan apabila menemukan tanda-tanda korban yang sudah diberikan agar melaporkan ke Basarnas yang berada di Malalayang,” ujar Sinaga.

Dia menegaskan, hingga pencarian hari ke-7, Tim SAR gabungan sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menemukan korban, tetapi belum menamukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Semua pihak sudah berkumpul dari keluarga korban dan perusahaan. Mengingat pencarian hari ke-7 belum menemukan tanda-tanda korban, sehingga semua pihak sudah bersepakat untuk menutup operasi SAR,” tuturnya.

Sinaga pun berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat untuk pencarian korban ini.

“Pos Basarnas yang berada di Malalayang siap menerima laporan apabila terjadi kecelakan di laut dikarenakan akses sangat dekat dengan laut Manado,” pungkas Sinaga.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com