Connect with us

ZONA DAERAH

KPU Tomohon umumkan calon PPK terpilih, tanggapan masyarakat masih terbuka

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon telah mengumumkan hasil seleksi wawancara calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (15/2/2020).

Di mana, ada sebanyak 25 calon terpilih yang dinyatakan lulus dalam tahapan seleksi wawancara berdasarkan peringkat.

Ketua KPU Tomohon Harryanto Lasut melalui Komisioner Divisi SDM dan Sosialisasi Stenly Kowaas mengatakan, selain mengumumkan nama-nama calon PPK terpilih, pihaknya juga turut melampirkan nilai dan peringkat dari setiap calon PPK.

“Sudah kami umumkan, calon PPK terpilih serta peringkat dan nilai dari seluruh calon yang mengikuti seleksi wawancara,” ujar Kowaas, Senin (17/2/2020).

Menurut Kowaas, hasil tersebut belum sepenuhnya final. Pasalnya, kata Kowaas, pihaknya saat ini masih membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan terkait calon-calon yang telah diumumkan tersebut.

Lima Komisioner KPU Kota Tomohon. (Foto: zonautara.com)

“KPU masih membuka ruang tanggapan masyarakat tahap 2 sejak tanggal 15 hingga 21 Februari 2020,” kata Kowaas.

Dia menegaskan, para calon PPK terpilih tersebut nantinya bisa dianulir jika ada tanggapan masyarakat yang kemudian setelah diklarifikasi ternyata terbukti benar.

“Jika ada tanggapan masyarakat dan kemudian diklarifikasi ke calon PPK, kemudian pada akhirnya terbukti, akan diganti oleh calon di bawahnya,” tuturnya.

Kowaas berharap, masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam mengawasi rekam jejak para calon anggota PPK yang akan bertugas pada Pemilihan Kepala Daerah, 23 September 2020 mendatang.

Berikut ini para calon PPK terpilih :

TOMOHON TIMUR :

  1. DENY DJEMSY LIUW
  2. SUSANTI CHINTIA PONTO
  3. RINE E.M SUPIT
  4. STEVEN S. KAUNANG
  5. MEIDY E.I. RORING

TOMOHON UTARA :

  1. RONNY D.P WENUR
  2. YOUCLE DRAVONIC RARES
  3. MARLIN YUVINA TILENG
  4. JANI ARNOLD NANGKA
  5. CHRISTIAN ONDANG

TOMOHON BARAT :

  1. RONNY ANTONIO OSAK
  2. HENGKIE S. KOJONGIAN
  3. SURYANI MARINI SUOT
  4. VANO JITES POSUMAH
  5. ROMMY NOVELD LOHO

TOMOHON SELATAN :

  1. CORNELIUS KARAUWAN
  2. LILLY A.H. MANGOENDAP
  3. MARGAREHTA M. TETEREGO
  4. MASYE MICKE SUMOLANG
  5. HENDRI LASUT

TOMOHON TENGAH :

  1. MEYLANI GRACE SORONGAN
  2. MARCELINO REVEL MONTOLALU
  3. IRNE E.S. MANDANG
  4. ERNY AGUSTINA JACOB
  5. DONNY OSMON MONTOLALU

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com