Connect with us

CARI TAHU

Racik hand sanitizer sendiri untuk antisipasi penyebaran Covid-19

Alkohol berkadar 70% atau 90% dapat dibeli di apotik dan aloe vera juga dapat beli di supermarket.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Hand sanitizer berbahan murah.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

ZONAUTARA.com – Langkah antisipasi menyebaran virus Corona (Covid-19) perlu dilakukan dengan serius, di antaranya adalah rutin membersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer. Kita bisa meraciknya dengan mudah tanpa khawatir kehabisan stok yang dijual di apotik atau supermarket.

Tips dari Jenry Koraag ini barangkali bisa kita tiru. Dia hanya membeli bahan yang mudah didapatkan, yaitu alkohol dan ekstrak lidah buaya atau aloe vera.

“Alkohol berkadar 70% atau 90% dapat dibeli di apotik dan aloe vera juga dapat beli di supermarket. Kedua bahan ini dicampur dan dikemas ke dalam botol kosong yang sudah dibersihkan sebelumnya,” ujarnya, Minggu (22/03/2020).

zonautara.com
Hand sanitizer hasil campuran alkohol dan aloe vera.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Ide ini muncul, katanya, karena hand sanitizer yang dijual bebas sekarang sudah sulit didapatkan. Kandungan vitamin A, E, C, mineral serta anti oksidan yang ada pada aloe vera mampu memberikan perlindungan yang maksimal bagi mereka sekeluarga.

“Saya rasa khasiatnya justru lebih mujarab,” ujarnya.

Menurutnya, sebetulnya dari beberapa informasi, yang paling penting itu dari upaya melawan Covid-19 adalah sarung tangan. Namun bila tidak ada sarung tangan, maka perlu menyiapkan hand sanitizer untuk membunuh virus.

“Semua orang bisa meraciknya dengan mudah karena bahannya mudah didapatkan dan juga murah harganya. Hand sanitizer yang dijual bebas, selain sulit didapatkan, juga pasti harganya jauh lebih mahal,” kata Jenry.

Bagikan !
Beri Donasi

CARI TAHU

Apa yang membuat “social distancing” di Korea Selatan berhasil?

Warga yang melanggar akan didenda Rp 40 juta hingga Rp 133 juta.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Korea Selatan termasuk negara di luar China yang dikhawatirkan akan meledak jumlah kasus terjangkit virus corona. Namun pemerintah Korea Selatan mampu menurunkan laju pertambahan kasus dan angka kematian.

Padahal Korea Selatan tidak menerapkan kebijakan lockdown, tetapi menitikberatkan pada pembatasan interaksi sosial atau social distancing.

Lalu apa yang membuat Korea Selatan berhasil dalam kebijakan social distancing?

Salah satu keberhasilan penerapan pembatasan interaksi sosial di Korea Selatan adalah sanksi pidana bagi yang melanggarnya. Otoritas di Korea Selatan akan memberi denda sebesar 3 hingga 10 juta won bagi siapa saja yang menolak tes dan karantina.

Denda itu sangat besar nilainya, yang jika dirupiahkan sekitar Rp 40 juta hingga Rp 133,8 juta untuk kurs Rp 13,3 per won.

Pertambahan kasus di Korea Selatan yang berhasil diturunkan. (Sumber: Worldometers.info)

Selain sanksi pidana dan denda, pemerintah Korea Selatan juga memantau warga negaranya yang positif terjangkit melalui aplikasi dan CCTV, termasuk memantau pergerakan pasien melalui pelacakan transaksi kartu debit dan kartu kredit.

Keterbukaan informasi dari Pemerintah Korea Selatan juga mendorong kepercayaan publik, bahwa pemerintahan negara mereka sedang bekerja dengan sungguh-sungguh memerangi wabah covid-19.

Baca pula: Kasus virus corona tembus 700 ribu orang

Keterbukaan informasi itu membuat warga yang sehat dapat menghindari titik lokasi yang terinfeksi, dengan tujuan tidak ikut terjangkit. Aplikasi yang dipakai di sana membuat orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien mudah diidentifikasi.

Hasil identifikasi itu mempermudah otoritas kesehatan melakukan tes, yang jika tidak dituruti akan dikenakan sanksi pidana dan denda.

Pasien yang terkonfirmasi jika menolak dikarantina atau dirawat di rumah sakit mendapat ancaman pidana 1 tahun atau denda sebesar 10 juta won atau senilai Rp. 133,8 juta.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com