Connect with us

ZONA TERKINI

Jack Ma dan Joe Tsai sumbang 23 juta masker dan 2000 ventilator ke New York

Termasuk 170 ribu alat kesehatan senilai USD50 juta.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Di tengah perdebatan dan saling tuduh para politikus Amerika Serikat dan China soal fakta yang sebenarnya tentang covid-19, dua filantropis asal China menyumbang alat kesehatan untuk Pemerintah New York di Amerika Serikat.

Keduanya adalah pengusaha terkaya di bidang teknologi, yakni Jack Ma dan Joe Tsai. Yayasan filantropi kedua orang super kaya ini memberikan sumbangan 23 juta masker, 2.000 unit ventilator dan 170 ribu alat pelindung diri bagi Pemerintahan New York guna membantu penanganan wabah covid-19.

Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut bahwa donasi dari Jack Ma dan Joe Tsai adalah yang terbesar dari pihak swasta sejauh ini.

Jack Ma dan Joe Tsai adalah pemilik saham terbesar raksasa holding Alibaba Group, sekaligus pendiri dan pengendali perusahaan e-commerce tersebut.

Bantuan alat kesehatan untuk menangani covid-19 di New York itu senilai USD50 juta.

South China Morning Post melaporkan, 1000 unit ventilator medis yang didonasikan sudah tiba hari ini di New York. Sisanya dalam perjalanan pengiriman.

Pengiriman bantuan kesehatan itu dilakukan lewat manuver secara diam-diam ditengah hambatan aturan impor ekspor Cina dan Amerika Serikat.

Amerika Serikat kini menghadapi jumlah kasus pandemi covid-19 yang sangat tinggi. Hingga berita ditulis sudah ada 311.637 orang terjangkit virus corona di Amerika Serikat, 8.454 orang diantaranya meninggal dunia.

Di New York ada lebih dari 100 ribu orang terinfeksi dan 3.565 diantaranya meninggal.

Baca pula: Update virus corona secara global pada 4 April

“Ini merupakan kabar baik. Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah China karena mengirimkan ventilator kepada kami,” ujar Cuomo.

Sebelumnya, Amerika Serikat memblokir masker KN95 buatan China dan hanya mengijinkan masker N95 produksi 3M. Namun pada Jumat pekan lalu, the US Food and Drugs Administration telah mengeluarkan ijin penggunaan secara darurat masker KN95 buatan China.

Jack Ma dan Joe Tsai tak hanya mengirimkan sumbangan ke Amerika Serikat, tetapi juga menyumbangkan peralatan medis ke Eropa dan negara-negara Asia.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

ZONA TERKINI

Hari ini ada 6 kasus baru dari Klaster Pinasungkulan

Klaster ini merupakan salah satu klaster terbesar di Sulut.

Bagikan !

Published

on

Rekayasa jarak pedagang di Pasar Pinasungkulan Manado. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Salah satu klaster penularan yang cukup besar di Kota Manado adalah klaster Pasar Pinasungkulan, yang ada di Karombasan.

Penularan covid-19 di klaster tersebut hingga kini masih terus berlangsung.

Dari 23 kasus baru positif terkonfirmasi covid-19 yang diumumkan hari ini oleh Satgas Covid-19 Sulut, enam diantaranya merupakan bagian dari Klaster Pasar Pinasungkulan.

“Kasus 355 yang merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun asal Manado, bagian dari Klaster Pinasungkulan,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel.

Dandel juga merinci kasus lain yang masuk dalam klaster pasar Pinasungkulan adalah Kasus 356, Kasus 359, Kasus 360, Kasus 372 dan Kasus 374.

Selengkapnya lihat daftar 23 kasus baru positif di Sulut pada 3 Juni.

Dari catatan zonautara.com, jumlah kasus positif yang merupakan bagian dari klaster Pasar Pinasungkulan hingga kini sudah mencapai sekitar 31 kasus.

Pemerintah Kota Manado sendiri telah berupaya mencegah penularan di Pasar Pinasungkulan dengan merekayasa tempat berjualan para pedagang.

Sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan di salah satu pasar tradisional terbesar di Sulut ini, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Klaster Pasar Pinasungkulan berawal dari Kasus 41, seorang laki-laki berusia 68 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan. Yang bersangkutan diumumkan positif pada 28 April setelah dirawat seminggu sebelumnya dan meninggal dunia pada 30 April.

Hingga kini kasus positif pertama kali di klaster ini belum diketahui tertular darimana.

Sampai dengan tanggal 3 Juni 2020, Sulut telah mencatat secara akumulatif jumlah kasus positif sebanyak 377 kasus, dimana sebanyak 275 pasien yang sedang dirawat, 40 orang meninggal dunia dan 62 orang sudah dinyatakan pulih atau sembuh.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com