Connect with us

CARI TAHU

Tips kacamata tak berkabut saat menggunakan masker

Kacamata yang berkabut menganggu pandangan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Saat pandemi covid-19 ini, masyarakat diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah.

Keharusan ini menyulitkan pengguna kacamata, karena uap dari nafas yang keluar menyebabkan kabut pada lensa kacamata sehingga mengganggu pandangan.

Kondisi inipun sangat mengganggu aktifitas sehari-hari terlebih saat mengendarai kendaraan.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah kacamata berkabut:

Celupkan kacamata ke dalam sampo bayi atau air sabun

Lakukan hal ini tepat sebelum mengenakan masker, buat busa pada lensa kacamata dengan air sabun dan buang air yang berlebih. Jangan membilasnya dengan air. Biarkan busa mengering atau keringkan menggunakan kain lembut yang bebas serabut sebelum mengenakannya kembali.

Trik ini bisa berhasil karena sabun meninggalkan film tipis yang mengurangi tegangan permukaan, sehingga menyebabkan molekul air (alias uap air dari napas kita) menyebar secara merata ke lapisan transparan.

Tempatkan tisu di dalam masker

Jika kamu melakukannya dengan benar, cara ini bisa berfungsi. Caraya mudah, pertama lipat tisu secara horizontal. Kemudian letakkan tisu yang telah dilipat tadi di antara wajah dan bagian atas masker di bagian tulang hidung.

Metode ini itu penyerapan kelembaban dari napas kita sebelum menyentuh kacamata.

Ubah cara mengikat masker

Jika biasanya kita menggunakan masker wajah diikat di belakang kepala, coba ubah cara mengikatnya. Alih-alih mengikat bagian atas tepat di atas telinga, cobalah mengikatnya di bawah, dan untuk bagian bawah, lakukan sebaliknya untuk membuat “X” di sisi wajah. Cara ini disebutkan dapat memungkinkan udara yang dihembuskan bisa cepat keluar dari masker.

Cari masker yang menempel lekat di hidung

Kacamata berkabut karena masker yang kita kenakan mengalihkan napas hangat ke atas, bukan ke luar ataupun ke depan, membuat munculnya uap pada lensa. Jika udara tidak dapat keluar dengan mudah dari atas dan masker terpakai cukup rapat dapat mengurangi kejadian ini.

Coba semprotan anti-kabut

Ada metode khusus yang digunakan perenang, yaitu memakai semprotan lensa dengan semprotan anti-kabut yang banyak dijual di pasaran.

Editor: Chisto Senduk

Bagikan !

CARI TAHU

Sudah rindu nge-mal dan nongkrong di kafe? Ini aturannya saat New Normal

Semuanya harus dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Masa karantina berbulan-bulan membuat kita lupa bagaimana rasanya jalan-jalan di mal dan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

Nah, kini pemerintah tengah menyiapkan New Normal agar warga bisa beraktifitas kembali tapi dengan mematuhi aturan atau protokol penanganan covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan aturan tentang pedoman tatanan normal baru (New Normal) produktif dan aman Coronavirus Disease 2019.

Di dalamnya mengatur protokol kegiatan untuk toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank yang harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat tersebut.

Pusat perbelanjaan juga harus gencar-gencarnya mensosialisasikan transaksi online dan metode pembayaran tanpa uang tunai (cashless).

Pengelola mal harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan/minuman otomatis daripada mengoperasikan kafetaria. Hal tersebut bertujuan untuk untuk mengurangi kontak langsung.

Menerapkan aturan jarak fisik, dan semua fasilitas berjarak satu meter dan lebih disarankan dua meter. Dan juga tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain pusat perbelanjaan, salon dan spa juga sudah diijinkan beroperasi. Tetapi para pegawai harus menggunakan masker dan sarung tangan. Harus sering-sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan.

Penerapan aturan juga berlaku untuk restorant dan kafe, dimana sesuai surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal, dan jumlah para pengunjung harus dibatasi.

Pemeriksaan kontrol ketat di setiap pintu masuk dan keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengelola dan pegawai atau petugas juga harus negatif COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid yang dilakukan pemilik atau dinas kesehatan setempat. Selain itu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com