Connect with us

CARI TAHU

Jangan tinggalkan hand sanitizer di dalam mobil

Kandungan alkohol dalam hand sanitizer bisa menguap.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUATARA.com – Menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu cara agar kita terhindar dari virus corona.

Mencuci tangan minimal selama 20 detik adalah salah satu cara yang ampuh mengusir kuman bahkan virus yang menempel di tangan kita.

Kini aktivitas mencuci tangan itu sudah menjadi kebiasaan di tengah pandemi covid-19.

Selain cuci tangan, hand sanitizer menjadi pilihan instan yang dilakukan untuk meminimalisir kontaminasi virus atau bakteri yang hinggap di tangan.

Alhasil, hand sanitiser kini menjadi salah satu barang yang dibawa-bawa, apalagi saat beraktivitas di luar rumah.

Tapi ada satu hal yang perlu diingat, kita tidak dianjurkan untuk membawa apalagi menyimpan hand sanitizer di dalam mobil.

Seperti dilansir dari Mirror.co.uk, menyimpan hand sanitizer di dalam mobil dapat mempengaruhi kesehatan dan merusak interior mobil.

Seperti yang dilaporkan RSVP Live bahwa beberapa ahli mengingatkan ternyata ada satu tempat yang kita tidak boleh meletakkan hand sanitizer, yaitu mobil.

Associate Professor Florida Gold Coast University, Dr Greg Boyce mengatakan kepada Drievetribe bahwa menyimpan pembersih tangan di dalam mobil adalah ide buruk, karena suhu panas di dalam mobil akan menyebabkan alkohol dalam sanitizer ini menguap.

Alhasil, produk nantinya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya jika tanpa alkohol.

Suhu di dalam mobil dapat dengan cepat menjadi panas, apalagi mobil diparkir di bawah sinar matahari langsung.

Hand sanitizer yang panas karena berada di dalam mobil juga bisa membuat iritasi kulit. Jadi berhati-hatilah saat mengoleskannya di tangan.

Bukan hanya itu, hand sanitizer juga dapat merusak mobil jika bocor.

Insinyur Ford telah melakukan penelitian tentang hal ini dan menemukan bahwa bahan-bahan dalam sanitizer dapat menyebabkan permukaan interior mobil menjadi lapuk sebelum waktunya.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CARI TAHU

Sudah rindu nge-mal dan nongkrong di kafe? Ini aturannya saat New Normal

Semuanya harus dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pexels.com

ZONAUTARA.com – Masa karantina berbulan-bulan membuat kita lupa bagaimana rasanya jalan-jalan di mal dan nongkrong di kafe bersama teman-teman.

Nah, kini pemerintah tengah menyiapkan New Normal agar warga bisa beraktifitas kembali tapi dengan mematuhi aturan atau protokol penanganan covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan aturan tentang pedoman tatanan normal baru (New Normal) produktif dan aman Coronavirus Disease 2019.

Di dalamnya mengatur protokol kegiatan untuk toko dan pusat komersial seperti pusat perbelanjaan, butik, supermarket, dan bank yang harus menetapkan jumlah maksimum orang yang bisa memasuki tempat tersebut.

Pusat perbelanjaan juga harus gencar-gencarnya mensosialisasikan transaksi online dan metode pembayaran tanpa uang tunai (cashless).

Pengelola mal harus membatasi jumlah orang yang masuk lift dan harus mulai memperbanyak mesin penjual makanan/minuman otomatis daripada mengoperasikan kafetaria. Hal tersebut bertujuan untuk untuk mengurangi kontak langsung.

Menerapkan aturan jarak fisik, dan semua fasilitas berjarak satu meter dan lebih disarankan dua meter. Dan juga tetap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain pusat perbelanjaan, salon dan spa juga sudah diijinkan beroperasi. Tetapi para pegawai harus menggunakan masker dan sarung tangan. Harus sering-sering mencuci tangan dan membersihkan alat-alat mereka dengan cairan disinfektan.

Penerapan aturan juga berlaku untuk restorant dan kafe, dimana sesuai surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal, dan jumlah para pengunjung harus dibatasi.

Pemeriksaan kontrol ketat di setiap pintu masuk dan keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengelola dan pegawai atau petugas juga harus negatif COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid yang dilakukan pemilik atau dinas kesehatan setempat. Selain itu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan selama beraktivitas.

Editor: Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com