Connect with us

ZONA TERKINI

Update corona Indonesia 3 Juni: 8.406 sembuh, 28.233 kasus, 1.698 meninggal

Hari ini ada penambahan 684 kasus baru positif.

Bagikan !

Published

on

Petugas ambulance dengan APD lengkap. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Meski angka penularan covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, namun jumlah orang yang sembuh dari penyakit ini juga naik secara signifikan.

Sebagaimana update yang diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat, hari ini ada 471 orang sembuh dari sejumlah daerah di Indonesia.

Bertambahnya orang sembuh yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir itu, membuat total pasien corona yang sembuh sudah menyentuh angka 8.406 orang.

Sementara jumlah total kasus positif covid-19 hingga Rabu, 3 Juni 2020 pukul 12.00 WIB sudah mencapai angka 28.233 kasus.

“Hari ini ada 684 kasus baru yang dilaporkan dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Yurianto yang menggelar jumpa pers secara online tersebut, juga menyebutkan bahwa jumlah kematian pada hari ini meningkat sebanyak 35 kematian.

“Jadi total yang meninggal dunia dari kasus covid-19 sudah mencapai 1.698 orang,” jelas Yurianto.

Yurianto juga mengingatkan bahwa masyarakat harus terus menjaga jarak sebagai bagian dari cara mencegah penularan virus corona.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com