Connect with us

HEADLINE

Sudah 1166 orang di Sulut yang sembuh dari Covid-19

Total kasus konfirmasi positif di Sulut sudah mencapai 2.357.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi seorang petugas kesehatan di Manado. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Meski angka kasus baru konfirmasi harian covid-19 di Sulawesi Utara terus bertambah, namun jumlah orang yang sembuh dari penularan SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini juga naik secara signifikan.

Sesuai dengan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, hingga Selasa (28/7/2020), jumlah total orang yang sembuh dari covid-19 di Sulut sudah mencapai 1.166 orang.

“Pada hari ini ada 37 orang lagi yang sembuh, baik yang sembuh berdasarkan hasil swab follow up dua kali negatif, maupun berdasarkan kriteria Pedoman Revisi-5,” tulis Juru Bicara Pemerintah Provinsi Sulut untuk Covid-19, Steaven Dandel lewat rilis yang diterima Zonautara.com.

Rasio kesembuhan dari covid-19 di Sulut mencapai 49,46 persen. Adapun total secara akumulatif kasus konfirmasi di Sulut yang tersebar di 15 kabupaten/kota sudah mencapai 2.357 kasus.

Rasio kesembuhan sebesar 49,46 persen itu masih lebih rendah dari rasio kesembuhan nasional yang mencapai 59,3 persen. Secara nasional jumlah orang sembuh sudah mencapai 60.539 orang dari 102.051 yang tertular virus corona.

126 orang meninggal

Jumlah orang yang meninggal dunia saat berstatus konfirmasi positif covid-19 di Sulut, hingga Selasa (28/7) sebanyak 126 orang, atau 5,3 persen.

Angka rasio kematian di Sulut ini lebih tinggi dari angka nasional yang berada pada angka 4,8 persen.

“Jumlah kasus aktif saat ini ada sebanyak 1.065 orang,” tambah Dandel.

Sementara jumlah suspek virus corona pada Selasa kemarin ada sebanyak 118 orang dan 7 probable.

Pada Selasa kemarin, Satgas Covid-19 Sulut melaporkan ada 44 kasus baru konfirmasi, terbanyak berasal dari Tomohon dan Manado.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Rasio positif covid-19 Indonesia tinggi, Sulut lebih rendah dari nasional

WHO menetapkan angka kepositifan covid-19 maksimal 5 persen.

Bagikan !

Published

on

Petugas dari Dinkes Prov. Sulut bersiap mengirim sampel covid-19 untuk diperiksa di laboratorium. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Angka positivity rate atau tingkat kepositifan covid-19 di Indonesia sangat tinggi. Hingga Selasa (4/8/2020) positivity rate Indonesia berada pada angka 12,67 persen.

Angka ini diperoleh dari jumlah kasus positif terkonfirmasi covid-19 dibandingkan dengan jumlah orang yang sudah diperiksa melalui swab test baik PCR maupun TCM.

Hingga Selasa kemarin, secara nasional sudah ada 907.987 orang yang diperiksa melalui swab. Hasilnya, sebanyak 115.056 orang yang terkonfirmasi positif covid-19.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, tingkat kepositifan di Indonesia sangat tinggi. Bandingkan saja dengan beberapa negara di Asia, seperti Singapura dengan positivity rate sebesar 8,2% atau Filipina dengan 6,5%.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menetapkan angka maksimal positivity rate sebesar 5%. Jepang sudah berada di bawah standar WHO yakni 4,3%.

Korea Selatan dan Malaysia malah berada dibawah angka satu, yakni 0,9 persen. Korea Selatan hingga kini telah memeriksa 1,6 juta orang dan melaporkan 14,4 ribu diantaranya positif terinfeksi SARS-CoV-2. Sementara Malaysia memeriksa 979,2 ribu orang dengan temuan sembilan ribu kasus positif.

Sulut 11,2 persen

Angka kepositifan covid-19 di Sulut, hingga update data pada Selasa kemarin berada sedikit di bawah angka nasional. Dengan 2.776 kasus positif, angka positivity rate Sulut mencapai 11,2 persen.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulut menyebutkan, bahwa hingga Selasa kemarin, sudah ada sebanyak 24.643 orang di Sulut yang diambil sampel melalui swab test, baik melalui metode PCR maupun TCM.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel yang dihubungi Zonautara.com, Rabu (5/8) berharap tes PCR dan TCM terus diperluas.

“Harapannya angka positivity rate kita dapat turun,” ujar Dandel.

Angka positivity rate menjadi salah satu faktor untuk menentukan kriteria zonasi risiko suatu daerah.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com