bar-merah

46 ribu penduduk di Pulau Siau berisiko ancaman erupsi Karangetang

zonautara.com
Lava pijar keluar dari kawah Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, akhir Desember 2019. (Foto: Buyung Kunt)

ZONAUTARA.com – Erupsi gunung api Karangetang merupakan jenis bencana yang paling dominan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen saat seminar virtual dalam rangka Bulan Peringatan Risiko Bencana, Senin (12/10/2020), menjabarkan, kurang lebih 46 ribu jiwa penduduk yang bermukim di Pulau Siau berisiko terhadap ancaman erupsi gunung Karangetang.

“Pada 7 Mei 2015, terjadi erupsi dengan mengakibatkan 469 jiwa warga yang berada di tiga wilayah di Kecamatan Siau Timur, yakni di Dusun Kola kola, Kelurahan Bebali dan Tampuna, diungsikan ke tempat yang cukup aman, status gunung Siaga Level III,” ujar Evangelian.

Masyarakat Sitaro, imbuhnya, sangat terbuka dan religius serta menghormati tradisi. Sehingga kondisi ini dalam upaya penanggulangan bencana sangat membantu, dan dampaknya pada risiko bisa minimal.

zonautara.com
Lava pijar keluar dari kawah Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, akhir Desember 2019. (Foto: Buyung Kunt)

“Masyarakat Sitaro juga termasuk masyarakat cukup peka terhadap bencana, semisal dengan peningkatan aktivitas gunung Karangetang, umumnya masyarakat akan melakukan evakuasi mandiri di lokasi yang lebih aman,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan kekeluargaan menjadi salah satu kunci. Latar belakang masyarakat homogen cukup memudahkan ketika dalam proses evakuasi warga. Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sitaro dalam meningkatkan respons masyarakat di antaranya membentuk sembilan belas desa tangguh bencana.

“Selain itu, mitigasi bencana berbasis komunitas melalui pembentukan jemaat tangguh bencana. Saat ini sudah terbentuk enam jemaat tangguh bencana yang berada di Kepulauan Siau,” kata Evangelian.

Pemda Kabupaten Sitaro juga, lanjutnya, membentuk sekolah tangguh bencana untuk membangun mitigasi bencana sejak dini sebagai upaya meningkatkan respons masyarakat terhadap peringatan dini ancaman bencana gunung api Karangetang.

“Pemda telah membentuk pula sekolah tangguh bencana, dan sudah ada satu sekolah tangguh bencana di Kepulauan Siau yang berada dekat dengan gunung api Karangetang. Pelibatan sejumlah pihak dalam konsep penanggulangan bencana di daerah sudah dilakukan melalui kehadiran para relawan,” terangnya.



Jika anda merasa konten ini bermanfaat, anda dapat berkontribusi melalui DONASI. Klik banner di bawah ini untuk menyalurkan donasi, agar kami dapat terus memproduksi konten yang bermanfaat



Share This Article
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com