Ayo, kerja cerdas, bukan keras!

6 mins read
Ilustrasi. (image: pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Semenyenangkan apapun pekerjaan yang kita lakoni, pasti akan ada masa di mana kita mulai lelah atau jenuh. Tugas menumpuk, tekanan pekerjaan, rutinitas yang mengikat, semua itu bisa menciptakan rasa bosan dan keengganan.

Lalu bagaimana cara membuat rutinitas pekerjaan jadi lebih menyenangkan? Banyak dari kita yang tertipu kedok “kerja keras” untuk memaksimalkan potensi diri.

Kita tidak bisa berhenti menyentuh pekerjaan dan memikirkan berbagai tugas yang harus diselesaikan – bahkan di hari libur sekalipun. Meski di lain sisi kita mungkin sudah mengabaikan diri, kesehatan, bahkan lingkungan sosial.

Coba untuk bekerja cerdas. Bekerja cerdas bukan lagi tentang mengalokasikan waktu lebih panjang untuk melakukan suatu pekerjaan, melainkan upaya menyeimbangkan seluruh lini kehidupan sehingga dapat membawa dampak positif pada produktivitas.

Belle Beth Cooper, pembuat konten di Buffer, menjelaskan bagaimana sistem di Buffer meningkatkan produktivitas dengan metode kerja cerdas.

“Di Buffer, kami menekankan kepada seluruh anggota tim untuk bekerja dengan lebih cerdas. Seluruh anggota tim harus punya waktu tidur yang cukup, mendapatkan waktu untuk berolahraga, punya kesempatan berekreasi. Dengan begini mereka menjadi lebih produktif saat bekerja.”

Otak dan tubuh yang dipaksa bekerja terus menerus dan mengabaikan kebutuhan lainnya nyatanya hanya akan menurunkan produktivitas.

Untuk bisa bekerja cerdas, kamu bisa mencoba tips-tips berikut.

  • Buat skala prioritas, letakkan hanya 3 hal terpenting di To Do Lists-mu hari itu

Alih-alih meletakkan sederet to do list, cobalah untuk membuat to do listmu sesingkat mungkin. Hanya dengan 3 hal penting saja. 3 hal penting ini adalah 3 tugas yang harus diselesaikan paling cepat. Pekerjaan yang bila tidak kamu selesaikan bisa membuatmu harus lembur sampai larut malam.

Selesaikan tugas terpentingmu diawal hari. Jika tugas terpentingmu selesai di awal hari, sisa harimu akan terasa lebih ringan.

Saat tugas pentingmu selesai, kamu bisa berpindah ke tugas-tugas lain yang tidak begitu penting. Poin ini menjadi salah satu cara efektif untuk membuatmu bekerja dengan lebih cerdas.

  • Optimalkan waktu. Focus pada apa yang bisa kamu selesaikan, bukan pada waktumu menyelesaikannya.

Inti dari kerja cerdas adalah bagaimana kamu bisa lebih produktif dalam waktu yang singkat. Selama ini kita berpikir bahwa banyaknya waktu yang kita alokasikan untuk suatu pekerjaan akan berbanding lurus dengan produktivitas yang kita hasilkan. Tapi, nyatanya tidak begitu. Kamu bisa duduk 8 jam di depan layar computer tanpa menghasilkan apapun.

Ubah perspektifmu tentang produkvitas ini, produktivitas bukan lagi pada seberapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk bekerja. Melainkan tentang apa saja yang bisa kamu lakukan dan mampu kamu selesaikan.

Kamu bisa mencoba memecah pekerjaanmu dalam bagian-bagian kecil yang bisa kamu selesaikan. Misal kamu adalah seorang penulis yang ingin menyelesaikan artikel di hari itu, jangan katakana pada dirimu,

“aku akan menyelesaikan artikel ini dalam 3 jam!”

Namun gantilah dengan,

“Oke, aku harus menyelesaikan artikel. Aku harus mengerjakan bagian pembuka, isi, analisis, kemudian penutup”

Membagi tugas ke bagian-bagian lebih kecil akan membuat pekerjaanmu lebih terpeta dengan baik. Kamu akan tahu lebih jelas apa yang harus kamu lakukan. Kepuasan saat kamu menyelesaikan tiap bagian kecil pun bisa jadi penyemangat.

  • Punya rutinitas yang jelas. Ciptakan sesuatu yang membuatmu merasa, “Hey! Ini saatnya bekerja!”

Awal hari adalah waktu paling tepat untuk bekerja dengan produktifitas penuh. Namun, awal hari juga bisa jadi waktu yang “mengerikan” jika tidak disikapi dengan bijak. Ketika kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan hari itu, kamu akan hilang arah dan malah hanya duduk diam tanpa menyelesaikan apapun.

Untuk itu, penting untuk menciptakan rutinitas dimana kamu tahu kapan harus benar-benar harus focus dan mulai bekerja. Kamu tetap bisa melibatkan kegiatan-kegiatan menyenangkan kedalam rutinitas ini. seperti, menyeduh kopi dan mendengarkan playlist favorit.

Saat kopimu habis, saat itulah kamu harus mulai dan membuka folder pekerjaan yang menanti. Kamu juga bisa memulai dengan meletakkan ponselmu didalam tas dan focus pada computer dan pekerjaanmu.

Menciptakan rutinitas dan menemukan pendorong untuk bekerja akan membuatmu tidak punya kesempatan untuk bermalas-malasan tanpa mengahsilkan apapun di hari itu.

  • Ketahui waktu produktifmu. Temukan kebiasaan yang (ternyata) menghabiskan banyak waktumu

Setelah menentukan rutinitas, kamu akan tahu waktu produktifmu. Langkah selanjutnya adalah temukan kebiasaan yang paling memakan waktu dari kebiasaanmu sehari tanpa menghasilkan output apapun.

Kebiasaan ini bisa berupa waktu berdandan yang terlalu lama, terjebak macet saat di perjalanan menuju kantor, atau memainkan sosmed di tengah pekerjaan.

Jika masalah sudah ditemukan, lakukankan sesuatu yang nyata untuk mengubahnya. Contohnya, kamu bisa “memaksa’ dirimu untuk berdandan lebih cepat. Atau mungkin memutuskan untuk pindah tempat tinggal untuk tidak membuang terlalu banyak waktu di jalan.

Dengan menemukan dan mengatasi titik yang paling banyak membuang waktumu, kamu akan lebih tahu untuk apa yang harus dilakukan untuk menggandakan produktivitasmu secara cerdas. Yang pasti, caranya bukan dengan membuang waktu istirahatmu. hihi

  • Tahu kapan harus berhenti bekerja

Membuat waktu berhenti yang ketat akan menghindarkanmu dari kecenderungan menunda pekerjaan karena merasa memiliki waktu yang panjang. Menunda pekerjaan hanya akan membuatmu sekali lagi gagal melakukan tugas terpentingmu.

Rutinitas yang kamu ciptakan tidak hanya alarm untuk dirimu agar mulai bekerja, tapi kamu juga harus menciptakan rutinitas yang membuatmu tahu kapan harus berhenti. Kamu bisa menggunakan alarm, atau menciptakan aktivitas setelah kerja yang harus kamu hadiri, misalnya berolahraga.

Bagikan !

Latest from Blog

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com