Mengenal penyakit TBC

  • Share
zonautara.com
Image: pexels.com/andrea-piacquadio

Tuberculosis (TBC) adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan karena kuman TB, yaitu Myobacterium Tuberculosis. Mayoritas kuman TB menyerang paru, akan tetapi kuman TB juga dapat menyerang organ tubuh yang lainnya.

Penyakit ini juga dikenal dengan nama TBC atau TB bagi kalangan masyarakat umum. TB ini bersifat menahun dan secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan. TB paru dapat menular melalui udara, waktu seseorang dengan TB aktif pada paru batuk, bersin, atau bicara.

Terdapat dua gejala dalam TB PARU, yaitu:

1. Gejala sistematik. Gejala ini mencangkup:

  • Demam. Biasanya tubuh selalu hangat menyerupai demam influenza. Tetapi kadang-kadang panas badan dapat mencapai 40-41 ºC atau mengalami panas tinggi. Serangan demam pertama dapat sembuh sebentar, tetapi kemudian dapat timbul kembali. Begitulah seterusnya hilang timbulnya demam influenza ini, sehingga pasien merasa tidak pernah terbebas dari serangan demam influenza. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan berat ringannya infeksi kuman tuberculosis yang masuk.
  • Malaise atau gejala di mana tidak ada nafsu makan, badan makin kurus (berat badan turun), sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam. Gejala malaise ini makin lama makin berat dan terjadi hilang timbul secara tidak teratur.
  • Badan terasa lemah

2. Gejala respiratorik. Gejala ini mencakup:

  • Batuk/Batuk darah. Gejala ini banyak ditemukan. Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk membuang produk-produk radang keluar. Karena terlibatnya bronkus pada setiap penyakit tidak sama, mungkin saja batuk baru ada setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru yakini setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan pada peradangan bermula. Sifat batuk dimulai dari batuk kering (non-produktif) kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif (menghasilkan sputum). Keadaan yang lanjut adalah berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada tuberculosis terjadi pada kavitas, tetapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding bronkus. Batuk biasnya terjadi lebih dari 3 minggu, kering sampai produktif dengan sputum yang bersifat mukoid atau purulen, batuk berdarah dapat terjadi bila ada pembuluh darah yang robek.
  • Sesak napas. Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh) belum dirasakan sesak napas. Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, yang infiltrasinya sudah meliputi setengah bagian paru-paru.
  • Rasa nyeri pada dada. Gejala ini agak jarang ditemukan. Nyeri dada timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Terjadi gesekan kedua pleura sewaktu pasien menarik/melepaskan napasnya.

Penularan penyakit TBC dapat melalui:

  • Percikan air liur penderita TBC
  • Terpapar batuk, bersin penderita TBC
  • Dan kontak langsung dengan penderita TBC
  • Dapat juga melalui udarah dan benda yang dipakai penderita TBC

Yang rentan tertular penyakit ini:

  • Orang yang merokok.
  • Orang yang menyalahgunakan obat-obatan.
  • Orang mengonsumsi alkohol untuk waktu lama.
  • Orang dengan sistem imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, orang yang menjalani operasi transplantasi organ.

PENGOBATAN

TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan). Obat itu umumnya berupa:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide
  • Ethambutol

PENCEGAHAN TB PARU

  • Pemberian Vaksin BCG. Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun. Efektivitas BCG bisa meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungan tempat tinggal kamu. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia.
  • Diagnosis Sejak Dini. Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini. Seseorang dengan penyakit TBC dapat menularkan bakteri kepada 10-15 orang setiap tahunnya.
  • Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal. TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat penderita TBC bersin atau batuk. Risiko infeksi bisa dikurangi dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah. Bakteri TBC dapat mengendap lebih lama dalam rumah apabila sistem ventilasi tidak bagus. Berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah. Sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC. Jadi, pastikan rumah kamu mendapatkan pencahayaan yang cukup ya!
  • Tingkatkan Sistem Imun. Sistem imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Sistem imun yang baik membantu kamu terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC ini.

Referensi 

  • www.alodokter.com
  • www.halodoc.com/
  • https://hellosehat.com/

Penulis: Rivalni Kristovel Ratu


Penulis adalah mahasiswa semester 3 Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado


  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com