Nanas yang memiliki nama latin Ananas comosus (L.), merupakan tumbuhan dari keluarga Bromeliaceae. Buah nanas termasuk salah satu tanaman buah komersil terpenting di dunia. Pada tahun 2018, Indonesia menduduki peringkat ke-5 di dunia sebagai produsen buah nanas.

Buah nanas yang disebut sebagai ratu buah disebabkan oleh rasa dan wanginya yang enak, merupakan buah tropis penting yang dikonsumsi setelah pisang dan jeruk. Selain dikonsumsi segar, buah nanas dapat dibuat jus, selai, minuman fermentasi, buah kaleng, buah kering, dan aneka produk olahan lainnya.

Buah nanas matang mengandung gula terlarut antara 7-14%, enzim bromelain, asam sitrat, asam malat, vitamin A, B, dan C. Jenis gula yang terkandung dalam nanas yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Kandungan gula dalam bonggol buah nanas dapat mencapai 14% sedangkan pada daging buahnya mencapai 7%. Daging buah memiliki konsentrasi polifenol 0,49% dan aktivitas antioksidan 33 umol/gl.

Akan tetapi, konsumsi buah nanas menghasilkan indeks glikemik tinggi (GI) (93-95%). Nilai GI yang tinggi ini dapat dikaitkan dengan tingginya konsentrasi gula larut dan rendahnya konsentrasi serat larut dalam nanas. Namun ketika dihitung beban glikemik (glycemic load, GL) buah nanas, buah ini tergolong makanan GL rendah (GL = 7), karena porsi yang biasa dicerna hanya mengandung 11 g karbohidrat yang tersedia.

Manfaat Bromelain pada Buah Nanas

Bromelain merupakan suatu campuran enzim-enzim pencerna protein (disebut juga dengan enzim proteolitik). Enzim ini sangat mudah diserap oleh tubuh tanpa kehilangan aktivitasnya maupun memberikan efek samping yang bermakna.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa bromelain memiliki aktivitas fibrinolitik (mencegah pembentukan gumpalan atau pembekuan darah), antiedema (mencegah pembengkakan), antitrombotik (mencegah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan), dan anti-inflamasi (mencegah peradangan).

Selain itu, bromelain telah diteliti memiliki manfaat terapeutik seperti meringankan beberapa penyakit seperti bronchitis, sinusitis, diare, dan beberapa gangguan jantung dan pembuluh darah. Bromelain juga telah diteliti meningkatkan penyerapan obat, terutama antibiotika.

Bromelain memperlihatkan aktivitas antibakteri yang tinggi terhadap bakteri Gram negatif maupun positif seperti Bacillus subtilis, Streptococcus pyogenes, Corynebacterium spp, Streptococcus sanguis (10556 ATCC), Enterococcus faecalis, Escherichia coli, Proteus spp dan Pseudomonas aeruginosa. Mekanisme antibakteri dari bromelain belum diketahui secara pasti akan tetapi diduga menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara menghidrolisis beberapa ikatan peptida pada dinding bakteri.

Bromelain juga memperlihatkan aktivitas antikanker terhadap sel-sel kanker payudara, melanoma, human epidermoid carcinoma, malignant peritoneal mesothelioma. Mekanisme penghambatan bromelain terhadap sel-sel kanker yaitu dengan menghambat proliferasi sel-sel kanker.

Para peneliti dari University of Nebraska Medical Center telah membuktikan bahwa bromelain mampu menghambat pertumbuhan SARS-CoV-2, yaitu virus corona baru penyebab penyakit COVID-19 dalam percobaan laboratorium pada sel-sel Vero E6. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Trina Tallei dan koleganya yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dari Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN memperlihatkan bahwa dengan menggunakan simulasi komputer, bagian karbohidrat dari bromelain menunjukkan ikatan yang sangat kuat dengan protein Spike dari SARS-CoV-2 terutama pada bagian receptor binding domain yang merupakan komponen utama dari virus corona ini untuk berikatan dengan Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2).

Enzim ACE2 ini menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ manusia, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. Ini artinya bahwa komponen karbohidrat dari bromelain ini mampu menghambat masuknya virus corona ke dalam sel manusia.

Penelitian ini juga didukung oleh hasil yang ditemukan oleh peneliti dari Australia Professor David Morris dan timnya dari St George & Sutherland Clinical School. Mereka menemukan bahwa obat kanker “BromAc” dapat menginaktivasi virus SARS-CoV-2, sehingga dapat diadaptasikan untuk mengobati pasien yang terinfeksi dengan COVID-19.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa BromAc membuat protein Spike dari virus corona menjadi tidak mampu menginfeksi sel-sel inang. BromAc terdiri atas bromelain (Brom) dan acetylcysteine (Ac) yang memiliki aktivitas sinergistik dalam melarutkan musin yang diproduksi oleh sel-sel tumor.

Selain sebagai anti tumor, antikanker, dan antivirus corona, bromelain juga memiliki aktivitas penyeimbang sistim imun. Penelitian yang dilakukan oleh Kritis dkk. (2020) memperlihatkan bahwa bromelain mampu mengganggu jalur-jalur penting dalam perkembangan COVID-19 sehingga diusulkan sebagai agen terapeutik potensial dalam pencegahan maupun pengobatan COVID-19.

Hal ini didukung juga oleh penelitian secara simulasi komputer (in silico) dari Prof. Dr. Trina Tallei dan kolega yang memperlihatkan bahwa bromelain memang memiliki aktivitas imunomodulator (obat yang memodifikasi respons imun melalui stimulasi mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif) dengan meningkatkan aktivitas komponen sistem imun seperti mediator inflamasi interleukin-6 dan tumor necrosis factor-α serta menghambat NF- κB (nuclear factor-kappaB) yang berperan dalam respons seluler akibat infeksi bakteri maupun virus.

Buah Nanas Kaya Antioksidan sebagai Penangkal beberapa Penyakit

Antioksidan merupakan molekul yang membantu tubuh melawan stres oksidatif, yaitu suatu keadaan di mana terlalu banyak radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas ini berinteraksi dengan sel tubuh dan menyebabkan kerusakan yang terkait dengan peradangan kronis, sistem kekebalan yang lemah, dan banyak penyakit berbahaya seperti kanker, radang sendi, jantung dan pembuluh darah, autoimun, dan penuaan dini.

Aktivitas antioksidan pada buah nanas disebabkan oleh kandungan bromelain yang berlimpah, dan juga beberapa senyawa lainnya seperti karotenoid, vitamin C, dan senyawa-senyawa flavonoid dan fenolik lainnya. Antioksidan dapat menurunkan kerusakan oksidatif secara langsung melalui reaksi dengan radikal bebas maupun secara tidak langsung dengan menghambat aktivitas atau ekspresi enzim penghasil radikal bebas atau meningkatkan aktivitas atau ekspresi enzim antioksidan intraseluler.

Bromelain Membantu Pencernaan

Bromelain merupakan kumpulan dari enzim-enzim proteolitik sehingga mampu memecah protein yang kompleks menjadi molekul-molekul yang sederhana seperti peptida dan asam-asam amino. Selain itu, bromelain juga dapat mencegah infeksi bakteri-bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli dan Vibrio cholera.

Nutrisi Buah Nanas Mempercepat Pemulihan Setelah Operasi atau Latihan Berat

Mengonsumsi buah nanas dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari operasi atau olahraga. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh sifat anti-inflamasi bromelain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bromelain dapat mengurangi peradangan, bengkak, memar, dan nyeri yang sering terjadi setelah operasi.

Ini juga tampaknya mengurangi penanda peradangan. Terdapat satu penelitian yang menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi bromelain sebelum operasi gigi mengalami pengurangan rasa sakit secara signifikan serta merasa lebih nyaman daripada individu yang tidak mengonsumsi buah nanas.

Menurut penelitian, kandungan nutrisi buah nanas memberikan efek yang sama dengan obat anti-inflamasi pada umumnya.

Olahraga berat juga dapat merusak jaringan otot dan menyebabkan peradangan di sekitarnya. Otot yang terkena tidak dapat menghasilkan tenaga sebanyak itu dan terasa nyeri hingga tiga hari. Protease seperti bromelain dipercaya dapat mempercepat pemulihan kerusakan yang disebabkan oleh olahraga berat dengan mengurangi peradangan di sekitar jaringan otot yang rusak.

Satu studi menguji teori ini dengan memberi peserta suplemen enzim pencernaan yang mengandung bromelain setelah 45 menit latihan berat di treadmill. Kelompok yang mengonsumsi suplemen bromelain mengalami lebih sedikit peradangan dan mempertahankan lebih banyak kekuatan sesudahnya. Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa bromelain dapat mempercepat pemulihan dari kerusakan akibat olahraga.

Lezat dan Mudah Ditambahkan ke dalam Diet

Buah nanas yang manis mudah ditambahkan ke dalam makanan. Harga buah nanas cukup murah dan terjangkau, dan buah ini tersedia sepanjang tahun dalam bentuk buah segar, kalengan, atau beku.

Buah nanas dapat dinikmati dalam bentuk, sari buah, smoothie, salad, selai atau ditambahkan pada pizza sebagai toping. Sari buah nanas dapat difermentasikan secara alamiah dengan cara menambahkan garam sebanyak 2% dari volume sari buah kemudian difementasikan dalam toples secara kedap udara, dibiarkan mengalami fermentasi selama 36 jam pada suhu ruangan, dan siap dinikmati.

Selain sari buahnya, buah nanas potongan juga dapat difermentasikan dengan cara melamur buah-buah nanas potongan dengan garam secukupnya, lalu dibiarkan mengalami fermentasi dalam toples kedap udara selama 36 jam pada suhu ruangan. Hasil penelitian Prof. Dr. Trina Tallei memperlihatkan bahwa hasil fermentasi sari buah nanas mengandung bakteri-bakteri asam laktat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Oleh sebab itu, mari galakkan mengonsumsi nanas sebagai diet sehari-hari.

Penulis:

  • Prof. Dr. Trina Tallei
  • Prof. Dr. Fatimawali, M.Si.,Apt
  • Dr. (C) Nurdjannah Jane Niode, dr. SpKK(K)
  • Fahrul Nurkolis
Bagikan !