ZONAUTARA.com– Dokter Hery Prasetyo merupakan seorang dokter yang bertugas untuk melakukan pengambilan swab test pada pasien di RSUD dr. R. Soetijono Blora.

Almarhum juga dipilih menjadi salah satu tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Blora. Dokter Hery sudah mengabdikan dirinya menjadi dokter selama 13 tahun lamanya, sebelum akhirnya ia gugur dalam perang melawan corona.

Almarhum sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora, sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUD R. Soetrasno Rembang. Namun setelah melalui masa isolasi dan dirawat selama lima hari, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada (19/9/2020) di usia 55 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Beliau sendiri meninggal dengan status positif covid-19 dan juga adanya penyakit penyerta diabetes melitus.

Sebelum gugur melawan corona, almarhum memiliki sebuah lagu ciptaan yang berjudul “Corona Enggalo Luno,” (Corona Segeralah Pergi). Lagu ini sebenarnya mengisahkan tentang curahan hati beliau, saat ia harus menjadi salah satu garda terdepan melawan corona dalam kehidupannya sebagai seorang dokter.

Beliau memang terkenal dengan memiliki kesukaan akan musik dan senang bernyanyi. Melalui laporcovid19, Agustina Parmayanti, seorang kenalan beliau juga mengungkapkan sosok lain dari beliau, yang dikenal sebagai seorang dokter yang tidak pernah menolak tugas yang diperintahkan atasan. Baginya tugas melakukan swab merupakan sebuah tugas negara untuk beliau.

“Beliau adalah sosok yg tidak pernah menolak tugas dari atasan. Baginya mengambil swab merupakan tugas negara. Semoga beliau husnul khotimah,” tulis Agustina.

Atas semua pengabdian dan kerjanya dalam menjadi garda terdepan melawan corona selama masa hidupnya, dokter Hery Prasetyo diberi kehormatan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Wira Bhakti Blora.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id