Mohammad Mulyohadi Ali, sosok Guru Besar yang gugur karena Covid-19

Seri pahlawan kesehatan Indonesia

2 mins read
Prof. DR. Dr. R. Mohammad Mulyohadi Ali, SpFK (image: nakes.laporcovid19.org)

ZONAUTARA.com – Sebagai seorang Guru Besar di Farmakologi UHAMKA, Prof. Dr. dr. Mohammad Mulyohadi Ali, Sp.FK dilahirkan di Pamekasan pada 6 September 1947 silam. Selain di Farmakologi UHAMKA, beliau juga merupakan guru besar di Universitas Brawijaya Malang. Mata kuliah – mata kuliah yang diampunya adalah Farmakologi Dasar, Farmakoklinik, dan Filsafat ilmu.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1977, beliau kemudian melanjutkan S3 di bidang Ilmu Kedokteran secara spesifik mengenai Farmakologi di Univeritas Airalangga pada tahun 1988.

Beliau menjadi seorang Post Doc dari NUS dengan Toxicologi Lingkungan, dan spesialisasi Farmakologi Klinik pada Kolegium Farmakologi Indonesia. Almarhum memeroleh gelar Profesornya dari Universitas Brawijaya Malang pada 1 September 2017, yaitu Guru Besar IV E.

Beliau adalah guru besar yang banyak menulis tentang Konsep Dasar Pembinaan Penyelenggaraan Praktik Kedokteran. Sebagai Acuan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Praktik Kedokteran di Indonesia, terakhir beliau menjabat sebagai Ketua Komite Internship Dokter Indonesia

Selama menjabat sebagai Ketua Komite Internship Dokter Indonesia, ia kerap mendampingi jajaran Kementrian Kesehatan, KKI, IDI maupun universitas untuk dapat melaksanakan dan mengevaluasi program Internship bagi dokter muda.

Selain itu, ia juga berkontribusi dalam penerbitan buku-buku pedoman pelaksanaan program Internship Dokter Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI.

Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada umur 73 tahun. Tepatnya pada Selasa (18/08/2020) di RSUD Saiful Anwar Malang. Beliau menjadi salah satu dari jajaran tenaga kesehatan yang gugur karena pandemi Covid-19.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak pihak. Tak sedikit yang mengungkapkannya melalui laporcovid19.

Dr Sri Sunarti,SpPD K-Ger, misalnya. Ia mengungkapkan bahwa beliau adalah guru yang mengajari murid-muridnya kesederhanaan, ketulusan, kesetiaan pada ilmu dan pembinaan pada anak didik.

“Dari Beliau kami mengenal filsafat ilmu untuk mengarahkan penelitian tuk hajad kemanusiaan yg lebih mulia.Selamat jalan Gurunda, tiada balasan kecuali ilmu yg bermanfaat dan amal jariyah yang kami langgengkan sedapat mungkin…Allah SWT akan membalas kebaikan Prof Ali dengan sempurna, aamiin,” tulis Sri.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com