MANADO, ZONAUTARA.com – Dokter Dibyo Hardianto merupakan seorang dokter senior di Bangkalan. Sehari-hari, dokter Dibyo berpraktik pada sebuah tempat praktik pribadinya di Blega.

Ia juga sempat bertugas di Puskesmas Blega sebagai dokter umum. Dokter Dibyo Hardianto tercatat sebagai salah satu anggota IDI Cabang Bangkalan.

Dokter Dibyo meninggal pada Minggu, 14 Juni 2020 di RSUD Bangkalan setelah terpapar virus Corona. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 53 tahun.

Pada Jumat (12/06/2020), dokter Dibyo datang ke Puskesmas Blega dengan keluhan tidak enak badan dan gejala syncope (perasaan mau jatuh). Hasil rontgen menunjukkan pneumonia bilateral yang merupakan gejala Covid-19.

Minggu (14/06/2020) pagi, kondisinya memburuk. Kemudian ia meninggal dalam keadaan PDP karena hasil swab test belum keluar.

Masih belum jelas di mana dokter Dibyo tertular Covid-19. Tetapi beliau diduga terpapar melalui pasien. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan beliau yang memang sudah puluhan tahun melayani masyarakat Blega. Sehingga kemungkinan tertular dari pasien yang ditangani sangat besar.

Semasa hidup, beliau dikenal sebagai sosok yang disiplin dan selalu aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Beliau adalah sosok yang menjadi teladan akan sikap dan perilakunya bagi rekan-rekan tenaga kesehatan yang lain. Apalagi sosoknya pernah didapuk sebagai dokter teladan Departemen Kesehatan beberapa tahun silam.

Kini sosok teladan ini telah tiada. Kepergiannya menjadi kenangan bagi rekan-rekan maupun semua pasien yang pernah dilayaninya. Selamat jalan dokter Dibyo.