Bisakah hubungan sugar dating tanpa seks? Simak pengakuan sugar baby yang punya 3 sugar daddy ini

  • Share
sugar baby dan sugar daddy
Hubungan sugar dating. (Ilustrasi dari Pexels.com)

ZONAUTARA.com – Hubungan sugar dating akhir-akhir ini sedang menjadi pembicaraan. Banyak orang, terutama perempuan muda ingin menjadi sugar baby untuk para pria kaya sugar daddy.

Sugar daddy adalah istilah yang diberikan kepada seorang pria yang mapan, berusia lebih tua yang ingin menjalin dengan seorang perempuan lebih muda tanpa ikatan pernikahan.

Perempuan muda yang biasanya datang dari kondisi ekonomi pas-pasan yang menerima tawaran itu disebut sugar baby. Hubungan keduanya disebut sugar dating.

Banyak yang menuduh sugar daddy mendasari hubungan sugar dating itu pada alasan sex. Tetapi tidak selamanya sugar dating hanya persoalan sex.

Cari tahu: Apa arti istilah sugar daddy, sugar baby dan sugar dating

Lola misalnya, mengaku menerima hubungan sugar dating tanpa melibatkan sex. Itu lantaran sejak awal saat menerima tawaran dari sugar daddy, dia sudah menetapkan aturan sebelumnya.

Baca Pula:  Komunikasi, kunci utama berkencan saat pandemi

Lola dari pengakuan yang ditulis di abc.net.au datang dari keluarga yang berkecukupan. Tetapi dia masih tetap mengambil hubungan sugar dating, agar bisa meningkatkan haya hidup.

Sejak Oktober 2019, Lola sudah bekerja sebagai sugar baby, yang menurutnya seperti menjadi teman kencan untuk para pria.

Lola mengakui bahwa dia sudah memiliki tiga sugar daddy, yang rata-rata usianya 60 tahun. Status mereka kebanyakan adalah pria yang melajang karena perceraian.

“Mungkin mereka sibuk sekali, kesepian, dan butuh seseorang untuk menemani mereka begitu?” kata Lola.

Lola mengaku jika kegiatan yang dilakukan “cuma makan malam berdua” dengan penghasilan yang pernah ia dapatkan mencapai SGD$4,000, atau Rp43 juta, dalam satu bulan.

Baca Pula:  Lakukan cara ini agar bisa membaca lebih banyak per hari

Uang tersebut ia gunakan untuk berbelanja, makan di restoran mewah, dan mempercantik diri, apalagi karena para ‘sugar daddy‘ atau ‘sugar mommy’ menurutnya berasal dari kelas ekonomi yang lebih tinggi darinya.

Jadi kami harus berpenampilan baik, terlihat berkelas, dan cantik,” katanya.

Sejak awal, Lola telah menetapkan batasan keras tentang aktivitas yang dapat dilakukannya dengan sugar daddy.

Ini terutama karena ia sedang dalam status berpacaran.

“Jadi bahkan sebelum memulai hubungan, mereka sudah tahu batasan saya dan bahwa [hubungan ini] murni untuk alasan finansial.”



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com