ZONAUTARA.com – Pemerintah terus berkomitmen membantu masyarakat yang sedang kesulitan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Salah satu bentuk komitmen Pemerintah itu dengan tetap menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi.

Hari ini, sesuai dengan janji Pemerintah, ada tiga bansos yang mulai akan disalurkan kepada masyarakat.

Sekitar 38,8 juta penerima menjadi sasaran bansos yang terdiri dari tiga program.

Ketiga program itu adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Secara resmi bansos akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada pukul 14.00 WIB.

Program Keluarga Harapan

Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan dilakukan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) melalui rekening penerima.

Penerima bantuan ini berjumlah 10 juta orang. Bantuan ini diberikan dalam empat tahap selama satu tahun, yakni Januari, April, Juli dan Oktober.

PKH menyasar sejumlah kelompok seperti keluarga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia.

Besaran bantuan bergantung pada komponen-komponen PKH, mulai dari komponen untuk anak sekolah yang berjenjang (SD, SMP, SMA) hingga ibu hamil.

Bantuan PKH juga akan digunakan untuk mendung program pemerintah dalam penanggulangan Tuberculosis (TBC).

Oleh karena itu, Kemensos akan memberikan tambahan komponen kesehatan berupa bantuan bagi keluarga yang memiliki anggotanya penyandang TBC.

Bansos sembako

Untuk bansos sembako, penerima akan mendapatkan bantuan senilai Rp 200.000. Penyalurannya sepanjang tahun, disalurkan mulai Januari hingga Desember 2021.

Khusus bagi warga Jabodetabek yang semula menerima bantuan sembako, mulai 2021 tidak akan lagi menerima bantuan yang sama dan diganti dengan bantuan langsung tunai.

Penerima bantuan program sembako ini berjumlah 18,8 juta orang, melalui transfer ke rekening yang akan dilakukan oleh Himbara.

Bantuan sosial tunai (BST)

Penerima bantuan sosial tunai (BST) Rp 300.000 berjumlah 10 juta orang. Pencairannya dilakukan selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021.

BST akan disalurkan ke KPM melalui mekanisme pos. Untuk mengetahui apakah masuk ke dalam daftar penerima, masyarakat bisa mengunjungi laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di laman https://dtks.kemensos.go.id.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com