/

Mengenal ‘toxic relationship’ dan efeknya terhadap diri seseorang

1 min read
relantionship
Ilustrasi dari Unsplash.com

ZONAUTARA.com – Cinta kerap menjadi alasan seseorang terjebak dalam sebuah hubungan beracun atau toxic relationship. Terjebak di situasi yang tidak mengenakkan tapi cenderung tidak bisa lepas. Bagaimanapun, basa-basi ini dapat mengalihkan perhatian dari alasan yang sah untuk kekhawatiran dalam kehidupan sosial dan romantis seseorang – termasuk tanda-tanda bahwa suatu hubungan mungkin telah menjadi, atau selalu, “beracun”. Penting bagi anda untuk mengetahui tentang hubungan beracun, dan cara mengetahui apakah anda justru mungkin sedang menjalaninya.

Baca Pula:  Perempuan bisa berkembang dari mimpi sederhana

Apa toxic realtionship itu?

Dr. Lillian Glass, seorang ahli komunikasi dan psikologi yang berbasis di California yang mengatakan bahwa dia menciptakan istilah tersebut dalam bukunya tahun 1995 Toxic People, mendefinisikan hubungan beracun sebagai “hubungan apa pun [antara orang-orang yang] tidak saling mendukung, di mana ada konflik dan yang satu berusaha melemahkan yang lain, di mana ada persaingan, di mana ada rasa tidak hormat dan kurangnya kekompakan. “

Baca Pula:  Perempuan kerap merasa kesepian meski sudah menikah

Selengkapnya baca di Tentang Puan.


KONTEN KERJASAMA ZONAUTARA dengan RCTI+

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com