ZONAUTARA.com – Ferrari telah meluncurkan mobil listrik pertamanya yang dinamai Luce pada tahun 2026, menandai langkah baru perusahaan ini di segmen kendaraan listrik (EV). Namun, peluncuran ini diwarnai perdebatan dan kritik dari berbagai pihak.
Lima belas tahun lalu, Luca di Montezemolo, mantan chairman Ferrari, menyatakan penolakannya pada elektrifikasi dan lebih mendukung solusi hybrid untuk mencegah polusi. “Kami sedang mengupayakan kehadiran Ferrari hybrid. Ini adalah solusi yang lebih tepat untuk masa depan,” ujarnya saat itu. Namun, sejak pengunduran dirinya pada 2014 dan digantikan oleh Sergio Marchionne, pernyataan dan rencana ini tidak terealisasi.
Meskipun terpisah dari Ferrari, di Montezemolo mengkritik Luce dengan mengatakan, “Luce adalah produk yang bisa menghancurkan sebuah jenama legendaris dan Ferrari semestinya mencabut emblem mereka dari mobil tersebut.” Kritikan serupa juga datang dari Matteo Salvini, Wakil Perdana Menteri Italia, yang mempertanyakan inovasi di balik mobil elektrik ini.
Meskipun demikian, performa teknis Luce tidak dapat diabaikan. Dengan motor listrik di setiap roda, Luce mampu menghasilkan tenaga hingga 1.035 hp dan dapat melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,5 detik, tetap mempertahankan karakteristik supercar Ferrari. Interiornya juga unik dengan fitur seperti layar OLED dan kemudi aluminium terinspirasi desain klasik.
Eksterior Luce, meskipun memicu kontroversi, juga mendapatkan pujian. Beberapa pihak menggambarkannya sebagai “masterclass,” berkat sentuhan desainer Jony Ive, eks kepala desain Apple. Meski demikian, saham Ferrari sempat turun di bursa akibat kontroversi desain tersebut.
Diolah dari laporan Tirto.id.

