ZONAUTARA.COM – Berdasarkan riset Dinas Kesehatan DKI bersama tim FKM-UI, Lembaga Eijkman dan CDC Indonesia pada 15-31 Maret, separuh dari penduduk DKI Jakarta diperkirakan telah memiliki antibodi Covid-19.

Sementara, infografis yang dibagikan melalui akun twitter @DKIJakarta menjelaskan bahwa seseorang yang telah terpapar virus Covid-19, di dalam tubuhnya telah terbentuk antibodi yang kuat.

Sedangkan berdasarkan hasil riset data, setengah dari penduduk Jakarta pernah terinfeksi Covid-19. Data tersebut menunjukkan bahwa yang paling banyak terinfeksi berusia 30 hingga 49 tahun, perempuan segmennya lebih tinggi 47,9 persen dan mayoritas dikuasai oleh kelompok yang sudah menikah.

“Penduduk paling banyak terinfeksi tinggal di wilayah padat penduduk 48,4 persen,” demikian unggahan Pemprov yang dikutip pada Senin (19/7/2021).

Dalam riset itu pula menyampaikan dari perkiraan 4,7 juta warga yang pernah terinfeksi, hanya 8,1 persen yang diketahui pernah terkonfirmasi, sebagian besar yang pernah terinfeksi tidak terdeteksi.

Untuk itu, tantangan dari kondisi tersebut diperparah dengan kemunculan varian-varian baru yang mempercepat penularan.

Pelaksanaan riset dilakukan pada periode 15-31 Maret dengan metode stratified multistage sampling, dan dilakukan di kelurahan di 6 wilayah kabupaten/kota yang mencakup 4.919 sampel, dengan rincian; usia 15 – 49 tahun 52 persen, di atas 50 tahun 26,4 persen, 1-14 tahun 21, 6 persen.

Sayangnya, meski demikian kekebalan komunal di Jakarta dianggap akan sulit tercapai. Hal ini disebabkan karena Jakarta merupakan kota terbuka dengan mobilitas interaksi antar wilayah yang tinggi.




=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id