Ancaman bui bagi yang tak bermasker di Jakarta

  • Share
Sumber : Pexels

ZONAUTARA.COM – Rancangan revisi Peraturan Daerah (Perda) Corona DKI Jakarta membuat tambahan pasal yang akan memberi sanksi bagi masyarakat yang berulang kali tidak mengenakan masker. Perda yang akan direvisi tersebut adalah Perda 2 Tahun 2020.

Pasal tambahan yang pertama yakni Pasal 32A ayat 1 yang menyebutkan setiap orang yang mengulangi perbuatan tak bermasker terancam pidana sanksi kurungan paling lama 3 bulan dan denda maksimal Rp500 ribu. Sanksi lain berlaku pada pelaku usaha yang mengulang pelanggaran protokol kesehatan.

Berikut bunyi lengkap kedua pasal tambahan tersebut:

Pasal 32A dan 32B dalam draf revisi Perda 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 (Perda Corona DKI):

Pasal 32A

1. Setiap orang yang mengulangi perbuatan tidak menggunakan Masker setelah dikenakan sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1), dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Baca Pula:  80 juta dosis vaksin Corona akan dibagikan AS ke negara lain pada akhir bulan ini

2. Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran/tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis dan tempat wisata yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan Covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (4) huruf f, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

3. Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab transportasi umum, termasuk perusahaan aplikasi transportasi daring yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan Covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (5) huruf c, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Baca Pula:  Setelah pasien isoman sembuh, paket bantuan obat baru datang

4. Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab warung makan, rumah makan, kafe, atau restoran yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan Covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (3) huruf f, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Pasal 32B

Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, dan Pasal 32A adalah pelanggaran



  • Share

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com