ZONAUTARA.COM – Bencana gempa yang menyerang Haiti, Minggu (15/8), kini telah menimbulkan korban meninggal sebanyak 1.297 orang.

Dilansir Reuters, rumah sakit di negara tersebut mulai kewalahan menampung lebih dari 5.700 pasien yang menjadi korban gempa. Pasalnya, rumah sakit juga menjadi bangunan yang terdampak dari gempa tersebut, banyak bangunan yang runtuh dan rusak.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Garda Sipil Haiti, Jerry Chandler.

Berkenaan dengan hal tersebut, beberapa negara tetangga mulai mengirimkan bantuan kepada negara tersebut.

Haiti saat ini tengah dipusingkan dengan pandemi Covid-19, ancaman Badai Grace, pergolakan politik setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 7 Juli lalu, krisis ekonomi dan aksi kekerasan dan kejahatan yang dilakukan kelompok geng.

Sejumlah gereja, hotel hingga sekolah rusak berat akibat guncangan gempa. Bangunan penjara di Haiti di Les Cayes dekat pusat gempa juga rusak, dan dimanfaatkan oleh para tahanan untuk kabur.

Sebanyak 13.694 rumah ambruk dan 13.785 rumah rusak berat di tiga wilayah yang paling parah terdampak gempa.

Pemerintah Haiti saat ini mengizinkan lembaga bantuan mendirikan tenda darurat tetapi diwajibkan mengikuti arahan penanganan bencana dari kementerian terkait.

Sejumlah relawan internasional, dokter dan tim penyelamat saat ini menunggu giliran berangkat dari Bandara Port-au-Prince menuju Les Cayes.

Badai Grace yang diperkirakan bakal menerjang Haiti pada Senin dikhawatirkan bakal memicu curah hujan tinggi yang bisa menyebabkan banjir bandang.

“Kami juga bersiap menghadapi Badai Grace,” kata Chandler.

Ratusan penduduk di Les Cayes dan daerah sekitarnya saat ini terpaksa tidur di luar bangunan karena kediaman mereka rusak berat atau ambruk akibat gempa.

Selain itu, perjalanan menuju Les Cayes juga terbilang berbahaya sebab di sepanjang jalanan terdapat banyak kelompok geng.



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id