ZONAUTARA.COM — Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, Sabtu (28/08/2021), Personel Angkatan Bersenjata yang bertugas untuk evakuasi warga sipil di Afghanistan, telah meninggalkan Kabul, Afghanistan.

“Penerbangan terakhir yang membawa Personel Angkatan Bersenjata Inggris telah meningggalkan Kabul,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, dilansir dari AFP, pada Minggu (29/08/2021).

Kementerian juga mengucapkan terima kasih kepada personel yang bertugas selama proses evakuasi. Sebelumnya, warga sipil telah lebih dahulu dievakuasi pada Sabtu (28/08/2021). Penerbangan Personel Bersenjata Inggris pada Minggu (29/08/2021) menjadi penerbangan terakhir dalam proses evakuasi tersebut.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, lebih dari 15 ribu orang berhasil dievakuasi dari Afghanistan dalam waktu kurang dari dua pekan.

Meski belum semua yang dapat dievakuasi, Kepala Angkatan Bersenjata Inggris, Nick Carter menyatakan, evakuasi warga sipil dari Afghanistan telah berakhir. Hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi yang semakin genting.

“Kami belum bisa mengeluarkan semua orang dan itu sangat memilukan. Ada beberapa pertimbangan yang sangat menantang yang harus dibuat di lapangan,” ungkapnya.

Nick nantinya akan membawa pulang pasukan dengan pesawat yang tersisa.

Sebelum Inggris mengentikan evakuasi, Belanda dan Belgia telah lebih dahulu mengambil langkah tersebut, setelah terjadi serangan bom bunuh diri di Bandara Kabul, pada Kamis (26/08/2021) malam. Besoknya, Jumat (27/08/2021) Prancis juga mengakhiri evakuasinya.

Dalam evakuasi yang dilakukan, Inggris tidak hanya mengevakuasi Manusia, namun juga hewan. Badan Konservasi turut turun tangan. Sekitar 200 kucing dan anjing yang berhasil dievakuasi dari tempat penampungan di Kabul, menggunakan pesawat sewaan. Meski begitu, tindakan tersebut menciptakan kontroversi pada masyarakat.