ZONAUTARA.comNarsistik merupakan gangguan pada seseorang yang membuat dirinya cenderung ingin dipuji dan selalu dikagumi. Gangguan kepribadian narsistik bisa terjadi pada siapa saja. Bisa jadi teman anda, bisa jadi orang tua anda, bisa jadi juga suami atau isteri anda.

Akan sangat tidak nyaman ketika orang terdekat kita memiliki kepribadian yang narsistik. Apalagi seorang itu adalah orang yang kita sayangi dan kita temui setiap hari.

Kenali kepribadian narsistik ini dari awal. Jika pasangan anda suka bersikap semena-mena, sok tahu, dan suka mengontrol, maka bisa jadi ia memiliki kepribadian narsistik. Tak hanya itu, seseorang dengan kepribadian narsistik juga haus pujian dan cenderung melakukan gaslighting, suka memanipulasi pikiran dan perspektif anda.

Berikut merupakan tips saat menghadapi pasangan yang narsis.

1. Jaga jarak ketika pasangan anda mulai menunjukkan tanda-tanda narsistik

Ketika pasangan anda sudah menunjukkan tanda-tanda yang telah disebutkan, anda bisa menjaga jarak dengannya. Bisa jadi, dengan menjaga jarak, dia akan paham dan melakukan refleksi terhadap dirinya; ternyata tindakannya tak membuat anda tertarik, dan dia akan mengoreksi tingkah lakunya.

Anda pun bisa melakukan penolakan ketika dia mulai mengontrol diri anda dan mulai membatasi ruang gerak anda.

2. Tak perlu menanggapinya secara personal

Menghadapi orang dengan kepribadian narsis secara personal, hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Perasaan anda akan dikuras habis hanya untuk memikirkannya.

Sebaiknya anda tak perlu terlalu memikirkan. Pikirkan hal-hal yang anda anggap lebih penting. Anda juga harus memikirkan diri anda sendiri.

3. Jangan masuk ke dalam perangkapnya

Tetap tenang ketika dia mulai melancarkan aksi narsisnya. Jika anda tersulut, anda telah masuk ke dalam perangkapnya.

Selalu hati-hati ketika pasangan anda mulai menunjukkan kepribadian narsistik. Definisikan momen tersebut dan buat langkah preventif supaya tak terlilit permainannya.

4. Komunikasikan masalah kepribadiannya

Ketika anda sudah tak tahan dengan apa yang pasangan anda lakukan. Komunikasi yang jelas dan dua arah, adalah solusi utama. Katakan apa yang anda permasalahkan dari kepribadiannya, bagaimana kepribadian tersebut mengganggu anda, dan bagaimana dia harus berbenah.

Pasangan yang baik akan mendengarkan masukan dari anda. Pasti dia juga akan berusaha memperbaiki dirinya agar rumah tangga anda berjalan baik.

5. Jika sudah tak tahan, tinggalkan

Jika komunikasi dengan kepala dingin tak menemukan solusi, malah membuat dia naik pitam dan tak mau berbenah, sedangkan anda juga selalu berada di posisi yang dirugikan di berbagai aspek, maka anda memiliki pilihan untuk meninggalkannya.

Tentu saja meninggalkan pasangan butuh proses yang panjang dan banyak konsekuensi yang dihadapi. Untuk itu, anda harus pikirkan dengan matang, jika perlu, jangan ragu untuk konsultasi ke orang yang tepat.