ZONAUTARA.COM — Bertujuan untuk mengaktifkan kembali sejumlah jalur kereta api di wilayah Jawa barat (Jabar), Pemerintah Provinsi Jabar menandatangani kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Salah satu jalur yang akan diaktifkan kembali Yakni, Bandung-Garut yang direncanakan dapat diresmikan oleh presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/09/2021) malam.

Emil, sapaan akrabnya, berharap agar reaktivasi jalur kereta ini tidak berhenti sampai di sini. Apalagi masih cukup banyak jalur kereta lama peninggalan Belanda yang belum diaktifkan.

Selain itu, Emil juga berharap agar ada jalur kereta baru di bagian selatan Jabar, supaya, potensi pariwisata di pantai selatan yang sangat besar namun belum ditunjang infrastruktur kereta api, bisa hidup.

“Harapan saya agenda terdekat adalah mencoba jalur Bandung-Garut supaya menyemangati pariwisata,” ujarnya.

Seperti diketahui, reaktivasi kereta api stasiun Cibatu-Garut kota, dilakukan sepanjang 19,8 kilometer. Saat ini, seluruh fasilitas layanan di Stasiun Garut Kota, sudah rampung 100 persen sejak akhir tahun lalu. Namun, datangnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun lalu, menghambat peresmian pengoperasian kereta api bagi warga.

Selain Jawa Barat bagian selatan, Ridwan Kamil juga mempunyai mimpi mengaktifkan kembali jalur kereta Bandung-Ciwidey.

“Salah satu impian saya ke Ciwidey, karena kalau semua pakai motor, sekarang itu pertumbuhan kami itu sudah tren (naik),” ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

Dalam kesempatan itu, Emil bersama Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menandatangani langsung nota kerja sama kereta api cepat Jakarta – Bandung dan pembangunan taman kereta api Indonesia di Kota Bandung.

“Mimpi dan harapannya, Jawa Barat penuh dengan jalur kereta api, tapi dalam sejarah republik ini tidak banyak jalur baru. Yang ada jalur zaman Belanda yang sekarang mau diaktivasi,” ujarnya.

Salah satu upaya, dengan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara (Asean). Nantinya, kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan melahirkan peradaban kota baru di jalur yang dilewati.

Emil menjelaskan bahwa pembangunan jalur tersebut merupakan hal yang sangat penting, bukan hanya ditujukan untuk mengangkut barang maupun orang saja.

“Itu adalah katalisator pusat pertumbuhan baru. Tanpa kereta cepat tidak ada Kota Baru Walini, Karawang, dan Tegalluar,” tandas Emil.