ZONAUTARA.COM — Salah satu sekolah di DKI Jakarta ditemukan memiliki positivity rate lebih dari 5 persen. Hal tersebut pun langsung ditindak tegas dengan dilakukan penutupan sementara.

Setelahnya, aturan tersebut diberlakukan pada sekolah-sekolah lain. Sekolah mana pun yang memiliki positivity rate di atas 5 persen, diminta tutup kembali selama dua pekan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers daring, Senin (04/10/2021).

“Kami sudah menentukan. Positivity rate di atas 5 persen maka sekolah kita minta tutup dua minggu sambil kita perbaiki prokes,” kata Budi.

Positivity rate dihitung berdasarkan jumlah total kasus positif Covid-19 dibagi dengan jumlah orang yang dites dan dikalikan 100.

Budi mengatakan bahwa pemerintah kini akan melakukan program random surveilans di sekolah yang menggelar PTM terbatas di tengah pandemi. Program ini, kata dia, akan dilakukan terhadap 10 persen sekolah di setiap daerah tingkat kabupaten/kota.

Pihaknya juga akan melakukan tes kepada 30 siswa dan tiga guru atau tenaga kependidikan. Hasil tes akan menjadi tolak ukur hasil angka positivity rate untuk menentukan sekolah dibuka atau tutup.

“Kita ambil 30 sampel untuk murid dan 3 sampel guru, dan hasil yg sudah kita lakukan minggu lalu untuk DKI memang kita temui masih adanya positivity rate dari pelajar yg ada di DKI,” kata dia.

Bagi sekolah dengan angka positivity rate di bawah 5 persen, lanjut Budi, temuan kasus hanya ditangani lewat karantina per kelas. Sementara, sekolah dengan positivity rate di bawah 1 persen, kasus ditangani dengan penelusuran kontak erat.

“Kalau positivity rate-nya 1 sampai 5 persen kita minta satu kelas yang positif dikarantina dulu, sedangkan yang lainnya bisa belajar tatap muka,” kata dia.

Sementara, jika positivity rate di bawah angka satu persen, maka akan diberlakukan metode surveilans.

“Yaitu yang positif dan kontak erat dikarantina,” tambah Budi.