ZONAUTARA.com — Film Godzilla vs Kong yang telah tayang Januari lalu kini masih banyak dibicarakan. Dari sudut pandang ilmiah, siapakah yang seharusnya menang?

Godzilla vs Kong mengadu dua monster yang sangat epik di layar lebar. Tak hanya para awam dan penggemar yang telah memilih jagoannya, ilmuan dan ahli morfolgi pun tak kalah ikut andil.

Kiersten Formoso, mahasiswa PhD bidang Vertebrate Paleontology di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences, ikut bersuara dalam hal ini. Pertarungan antara reptile raksasa dan primata raksasa ini tak bisa luput begitu saja dari kajian ilmiahnya.

Seberapapun besarnya makhluk, ia memiliki realitas ilmiah. Bagaimana ciri kerangkanya dan bagaimana kemungkinan hewan untuk bergerak, diamati dengan seksama oleh Formoso. Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam kondisi biologis yang dimiliki oleh masing-masing.

Ukuran yang super besar

Penting untuk mengetahui bahwa ukuran Godzilla dan Kong dalam film layer lebar terlampau besar dan jauh melampaui dari kemungkinan biologisnya. Dengan ukuran yang besar, jantungnya akan sulit memompa darah ke kepala. Hal ini tentu akan membawa masalah pada pengaturan suhu dan terlalu lama bagi sinyal saraf otak untuk mencapai anggota tubuh lainnya.

Namun, Formoso meminta kita untuk mengabaikan hal tersebut. Asumsikan sama bahwa Godzilla dan Kong dapat melampaui keterbatasan ukuran tersebut. Anggap saja terdapat paparan radiasi yang menjadikan mereka bermutasi dan menghasilkan karakteristik yang berbeda dari umumnya.

Kelebihan dari postur Kong

Kong memiliki badan yang tegak dan bipedal. Ia kebanyakan berjalan dengan dua kaki dan berjalan dengan tegak. Kong memiliki kaki yang tebal dan berotot, sangat cocok untuk berjalan dan berlari. Lengan besarnya bebas dan dapat menggenggam. Hal itu memungkinkannya untuk menggunakan beberapa alat.

Postur tegak dan kemampuan menggenggam dari tangan Kong dapat menguntungkannya dalam pertarungan. Ia bisa jadi dapat menjadi pelempar yang baik saat dihadapkan pada pertarungan sengit dengan Godzilla.

Kong memiliki banyak atribut yang mirip dengan Gorilla termasuk lengan yang panjang dan beroto, moncong pendek, gigi taring besar, dan otot rahang yang kuat.

Kekuatan Godzilla

Godzilla digambarkan lebih nyaman di darat, meski tampaknya ia jauh lebih nyaman di dalam air, meski ia tak memiliki fitur akuatik yang jelas. Memiliki insang di lehernya, memungkinkan Godzilla merupakan spesies nenek moyang reptile yang tinggal di darat dan kembali berevolusi dengan gaya hidup akuatik.

Ekor Godzilla yang besar menjadi perhatian utama dalam hal ini. Ia berdiri secara vertikla namun posisi ekornya rendah ke tanah. Postur ini, ungkap Formoso, cenderung seperti kangguru berdiri.

Kakinya berotot mirip dengan dinosaurus sauropoda. Ekor dan kakinya akan memberi stabilitas untuk mendukung massanya yang besar dan meningkatkan kekuatan dari ekornya.

Godzilla juga memiliki kulit tebal dan bersisik serta gigi karnivora yang kuat dan tangan yang dapat menggenggam. Segala bagian tubuhnya benar-benar tebalo dan berotot.

Dari sini, Kong mungkin akan mengandalkan badannya yang gesit dan cepat untuk melompat. Lengannya juga lebih kuat dari Godzilla, cocok untuk memukul dan melempar. Sedangkan Godzilla memiliki ekor yang dapat menyibak mangsanya dengan kuat.

Bagaimana dengan anda? TeamKong atau TeamGodzilla?