ZONAUTARA.COM — Sempat cedera dan mendapat perawatan, atlet asal Provinsi Bali, Maria Natalia Londa berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Lompat Jauh PON XX Papua.

Laga yang digelar di venue Atletik Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (05/10/2021) tersebut menampilkan kehebatan Maria menyabet medali emas dengan lompatan sejauh 6,26 meter.

Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak dapat melampaui rekor nasional yang telah dilakukannya.

Lebih lanjut, Maria mengatakan bahwa pandemi ini menjadi salah satu alasan berat untuk semua atlet, terutama saat sesi latihan. Tetapi, juga tetap berusaha untuk beradaptasi dengan segala kondisi demi prestasi untuk provinsi Bali.

“Latihan seperti biasa, tetapi memang terhalangi dengan adanya pandemi ini. Jika ada satu yang positif maka semuanya harus diatur Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), latihannya di kamar masing-masing,” tuturnya.

Maria mengungkapkan untuk PON XX Papua, faktor terberatnya adalah masalah cuaca yang tidak menentu.

“Sebenarnya, pada cuaca sama saja tetapi, tiba-tiba hujan ini yang menghalangi pemandangan kita. Apalagi pakai kecepatan optimal dengan papan tumpu 20 cm sebagai tanda keabsahan itu yang agak sulit,” tulisnya.

Wanita asal Bali pernah memutuskan untuk pensiun di SEA Games Filipina tahun 2019 lalu, setelah merebut medali emas. Tetapi niat itu dibatalkan dan pada PON XX ini, ia membuktikan kehebatannya dengan meraih medali emas untuk ketujuh kali selama empat PON yang sudah ia ikuti.

“Iya, saya batal pensiun dan masih dikasi berkat sama Tuhan untuk jalani dulu. Target saya masih ada di SEA Games dan Asian Games tahun depan, karena masih ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tuturnya.

Maria berharap dengan fasilitas di seluruh Indonesia yang semakin membaik, ia menginginkan adanya generasi-generasi muda yang lebih berprestasi.

“Seperti yang dikatakan pak Luhut (Binsar Panjaitan), dengan meratanya fasilitas dan para pelatih semoga menghasilkan atlet muda yang berprestasi lebih baik dari saya,” harapnya.

Berikut hasil pertandingan final lompat jauh Putri:

  1. Maria Londa asal Bali dengan lompatan 6,26 Meter
  2. Rohani asal NTB dengan lompatan 5,79 Meter
  3. Veinsensia Awuwet asal Papua dengan lompatan lompatan 5,72 Meter
  4. Ni Luh Mita Yuni asal Bali dengan lompatan 5,61 Meter
  5. Fatmawati asal Jambi dengan lompatan jauh 5,52 Meter
  6. Destiana adinda asal Jawa Barat dengan lompatan 5,41 Meter
  7. Nova aprilia asal Bangka Belitung dengan jauh lompatan 5,28 Meter
  8. Gresia Rahel Yaung asal Papua dengan lompatan 5,00 Meter.