ZONAUTARA.COM — Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia mulai melandai dengan konsisten, Satgas Covid-19 pusat tetap mewanti-wanti masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan sebisa mungkin.

Pasalnya, kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 tak dapat dipungkiri. Saat ini sejumlah negara tetangga juga sedang berjuang menghadapi lonjakan kasus ketiga.

Hal tersebut diterangkan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito, yang menyebut, Indonesia berpotensi ‘dihantam’ gelombang tiga covid-19 dan diprediksi akan terjadi akhir tahun 2021.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi di bulan Desember,” kata Ganip melalui keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Ganip menjelaskan, prediksi lonjakan kasus covid-19 itu bertepatan dengan dua momentum besar yakni Hari Raya Natal dan pergantian tahun. Kedua momen itu menurut ganip menjadi periode yang berpotensi memicu keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun.

Di samping itu, Ganip yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa akhir tahun masuk dalam periode pergantian cuaca. Kondisi itu menurutnya perlu diwaspadai lantaran dapat mempengaruhi daya tahan tubuh manusia sehingga mudah terserang penyakit.

“Karena di situlah saat Natal dan tahun baru, di situlah adanya pergantian cuaca. Ini yang menjadi suatu ancaman peningkatan covid-19,” kata dia.

Kendati demikian, di tengah potensi ledakan kasus di akhir tahun, Ganip mengaku tetap optimis bahwa prediksi buruk itu dapat dicegah dan dikendalikan sehingga tidak terjadi.

Ganip lantas menjelaskan bahwa kunci pencegahan dan mitigasi penularan covid-19 saat ini sudah cukup dipelajari pemerintah dan warga, yakni salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan program vaksinasi nasional.

Kedua dasar tersebut menurut Ganip perlu diwaspadai dan dilaksanakan, guna mencegah terjadinya ledakan kasus ketiga yang diprediksi akan terjadi Desember mendatang.