ZONAUTARA.com – Manusia dan anjing memiliki hubungan yang dekat sejak puluhan ribu tahun yang lalu, bahkan ketika berburu mangsa. Kemampuan anjing melacak bau hewan lain dan naluri kuat penunjuknya membuat hewan ini merupakan pemburu yang pintar.

Salah satu kemampuan anjing yang telah dikembangkan selama ribuan tahun adalah kemampuan menggonggong. Anda pasti pernah bertanya, mengapa anjing menggonggong dalam kondisi tertentu? Apa yang membedakan gonggongannya pada anda dan pada hewan lain?

Faktanya, anjing menggonggong bisa lebih sering dan lebih panjang dalam kondisi tertentu.

Beberapa ras anjing seringkali dibiarkan untuk menggonggong demi melatihnya dalam berkomunikasi. Para pemburu telah melaporkan bahwa mereka bisa tahu mangsa apa yang ada di dekatnya berkat jenis gonggongan anjing yang berbeda-beda.

Sayang sekali, jarang ada penelitian yang mendalami tentang gonggongan anjing ini. Penelitian terbaru dengan judul Hunting dogs bark differently when they encounter different animal species, menguji gonggongan ini.

Penelitian ini menggunakan dua jenis anjing yaitu dachshund dan kumpulan terrier. Mereka diperlihatkan berbagai macam binatang, di antaranya babi hutan, unggas, kelinci, dan rubah merah.

Peneliti menganalisis 2000 gonggongan anjing, termasuk durasi dan frekuensi yang dikeluarkannya. Terdapat perbedaan antara gonggongan yang dibuat oleh anjing ketika melihat babi hutan dan tiga binatang lainnya yang lebih kecil.

Babi hutan membuat para anjing menggonggong lebih panjang dengan frekuensi yang lebih rendah.

Mengapa anjing melakukannya?

Peneliti berspekulasi bahwa gonggongan yang dilakukan anjing mencerminkan ukuran ancaman yang ditimbulkan oleh hewan yang dilihatnya. Babi hutan, rubah, dan spesies yang lebih kecil memicu suara gonggongan yang berbeda. Anjing memancarkan reaksi emosional tentang hewan yang dilihatnya.

Mereka menganggap bahwa gonggongan yang berbeda, bergantung pada spesies yang dilihat merupakan ekspresi kondisi batin anjing yang bergantung pada potensi adanya ancaman.

Menggonggong ketika dalam kondisi terancam dengan babi hutan, lebih spesifik daripada gonggongan untuk rubah merah, atau bahkan yang tidak mengancam sama sekali seperti kelinci dan unggas.