ZONAUTARA.com – Meletakkan tanaman di dalam rumah sebagai hiasan interior memang memperindah ruangan. Tanaman di dalam rumah juga dimanfaatkan sebagai pemurnian udara. Namun, penelitian ini menunjukkan fakta lain.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology berjudul Potted plants do not improve indoor air quality: a review and analysis of reported VOC removal efficiencies memberi jawaban tentang mitos tentang tanaman indoor sebagai pemurni udara.

Penulis studi, Bryan E. Cummings dan Michael S. Waring dari Departemen Teknik Sipil, Arsitektur dan Lingkungan di Universitas Drexel menulis bahwa tanaman pot sebelumnya telah terbukti menghilangkan senyawa organik volatil (VOC) di udara dalam ruang tertutup.

Ekstrapolasi dengan menempatkan tanaman di sekitar apartemen atau rumah Anda dan Anda akan mendapatkan pemurni udara alami.

Ide ini pertama kali dilontarkan dalam laporan tahun 1989 dalam Studi Udara Bersih yang dilakukan NASA. Para peneliti menguji tanaman seperti ficus dan bunga peace lilies, untuk melihat apakah mereka dapat membersihkan udara dari VOC yaitu benzena, formaldehida, dan trikloroetilen.

Setelah 24 jam, tim mencatat bahwa sekitar 10-70 persen kandungan VOC tersebut telah dihapus.

Masalahnya, menurut studi oleh Cummings and Warring, ruangan-ruangan tersebut berukuran satu meter kubik dan disegel. Peneliti melakukan 196 percobaan dalam meta-analisis mereka. Dan mereka menyimpulkan bahwa bahkan dalam kondisi terbaiknya, tanaman menghasilkan kurang dari 1 persen penghilangan racun yang dapat dilakukan oleh pembersih udara.

Hasil ini sangat penting karena manusia menghabiskan rata-rata 90 persen waktu mereka di dalam ruangan. Selain itu, Cummings dan Waring mencatat bahwa sebagian besar polusi dalam ruangan bersumber langsung dari lingkungan dalam ruangan itu sendiri. Seperti penyegar udara, cat, lem, printer, dan spidol permanen, termasuk VOC. Udara dalam ruangan yang buruk juga banyak dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit pernapasan dan sakit kepala.

Tanaman indoor tidak menghilangkan semua udara kotor, namun mereka dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih biofilik dan dimungkinkan berdampak positif pada kesejahteraan penghuni.

Namun, mereka menulis bahwa tanaman dalam ruangan memiliki kecenderungan untuk meningkatkan tingkat kelembaban. Beberapa bahkan menghasilkan VOC itu sendiri. Sehingga penulis menghimbau perlu memilih tanaman dengan baik untuk diletakkan di dalam ruangan.

Penulis mengatakan bahwa penelitian ini tidak serta-merta menyarankan untuk membuang tanaman indoor. Namun kita perlu menyadari bahwa daya tarik tanaman indoor bersifat estetis dan emosional, bukan sebagai agen pemurni efektif dan jangka panjang.