ZONAUTARA.com – Ketika seseorang bertumbuh, maka terdapat perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya. Baik secara fisik maupun mental. Hal ini juga berlaku pada otak seorang pria ketika ia menjadi ayah. Apa saja yang berubah?

Berubahnya seorang pria menjadi ayah memang tidak disertai dengan perubahan hormonal, fisik, dan emosional yang sama yang dialami seorang wanita selama kehamilan, persalinan, dan menjadi ibu. Namun, perubahan yang terjadi di otak pria karena menjadi ayah tidak kalah penting.

Faktanya, para peneliti baru-baru ini meneliti hubungan antara seorang ayah dan anaknya yang baru lahir, dan ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa otak seorang pria mengalami beberapa perubahan pada minggu-minggu pertama menjadi ayah.

Dalam studi dengan judul father’s brain is sensitive to childcare experiences, para peneliti membandingkan aktivitas otak pada 89 orang tua baru saat mereka menonton video anak-anak mereka. Studi ini akan meneliti ibu sebagai pengasuh utama anak dan ayah yang bekerja di luar rumah tetapi sering membantu mengasuh anak, juga ayah homoseksual yang membesarkan anak tanpa bantuan perempuan.

Di ketiga kelompok orangtua tersebut, jaringan otak yang terkait dengan pemrosesan emosional dan pemahaman sosial menjadi sangat aktif. Salah satu catatan terpenting dari penelitian ini adalah bahwa para ayah yang membesarkan seorang anak tanpa bantuan seorang wanita menunjukkan sinyal pemrosesan emosional yang hampir sama dengan otak ibu yang mengasuh anaknya.

Perubahan hormon pada seorang ayah

Psikolog Elizabeth Gould dan rekan-rekannya dari Universitas Princeton telah melakukan serangkaian penelitian yang menunjukkan ada peningkatan estrogen, oksitosin, prolaktin, dan glukokortikoid pada ayah.

Kadar testosteron pria yang dikenal sebagai hormon seks pria dan kortisol yang merupakan hormon stress, menurun pada minggu-minggu pertama saat menjadi ayah. Sementara estrogen juga memainkan peran kunci dalam memelihara perilaku dan fungsi seksual pria.

Prolaktin yang biasa disebut dengan hormon ibu karena digunakan dalam sistem wanita untuk meningkatkan laktasi, juga melonjak pada ayah baru. Menurut sebuah penelitian tahun 2002, penurunan kadar testosteron dan peningkatan kadar prolaktin di otak pria dikaitkan dengan respons emosional terhadap tangisan bayi pada ayah baru.

Hormon oksitosin, yang umumnya dikenal sebagai hormon cinta, juga melonjak setelah kelahiran anak. Lonjakan hormon ini telah terbukti meningkatkan ikatan, empati, dan altruisme pada ayah baru.

Menjadi ayah baru memang pengalaman yang luar biasa. Saat merawat anaknya dengan penuh perhatian dan cinta, serangkaian neuron berubah semata-mata untuk anaknya tercinta.