ZONAUTARA.com – Berbagai negara di dunia sedang mengambil langkah penting menghadapi merebaknya varian baru Covid-19 yang dinamakan varian Omicron. Varian yang memiliki banyak mutasi dan sangat menular ini pertama kali diumumkan oleh ilmuwan ditemukan di Afrika Selatan.

Hanya dalam dua pekan sejak diumumkan, kini varian Omicron sudah ditemukan di 25 negara dan hingga Kamis (2/12/2021) dilaporkan sudah ada 215 kasus yang terdeteksi. Temuan ini memaksa beberapa negara kembali melakukan pembatasan perjalanan.

Meski varian Omicron belum ditemukan di Indonesia, namun Pemerintah RI mengambil langkah antisipasi merebaknya varian Omicron. Salah satu langkah yang direncanakan oleh pemerintah adalah melakukan vaksinasi tambahan atau booster untuk kelompok rentan.

Langkah lain yang akan diambil adalah imbauan kepada warga negara Indonesia untuk tak berpergian ke luar negeri, dan larangan bagi para pejabat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dilansir dari Koran Tempo, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema suntikan booster atau suntikan vaksinasi ketiga. Booster itu terutama ditujukan kepada orang lanjut usia dan kelompok rentan lainnya. Menurut Luhut, suntikan booster akan dimulai pada Januari tahun depan.

Menurut Luhut, larangan perjalanan ke luar negeri bagi pejabat berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, kecuali jika pejabat yang bersangkutan mempunyai tugas penting yang tidak bisa ditunda. Selain larangan ke luar negeri, pemerintah juga menutup kedatangan orang dari sepuluh negara di Afrika dan Hong Kong.

Larangan kedatangan orang dari beberapa negara tersebut, diikuti pula dengan ketentuan karantina yang wajib dilakukan bagi siapa saja yang datang dari luar negeri. Ketentuan karantina itu berlaku untuk sepuluh hari dari sebelumnya hanya tujuh hari.

Selain suntikan booster dan larangan ke luar negeri, pemerintah juga akan terus mengetes urutan genom atau genome sequencing kasus positif Covid-19 yang terdeteksi dari luar negeri.

Baru 34,8 persen lanjut usia terima vaksinasi dosis 2

Ditengah rencana pemerintah melakukan suntikan dosis ketiga bagi lanjut usia tersebut, capaian vaksinasi bagi lanjut usia untuk dosis kedua masih rendah. Hingga Kamis kemarin, baru 34,8 persen dari target 21,5 juta orang lanjut usia yang mendapatkan suntikan dosis kedua.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan skema pemberian suntikan ketiga ini masih dibahas oleh pemerintah. Sumber vaksin untuk booster ini menurut Tarmizi kemungkinan akan diperoleh dari kerja sama atau hibar luar negeri serta vaksin Merah Putih, yang diperkirakan sudah dapat digunakan mulai tahun depan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah vaksin yang diperoleh Indonesia hingga akhir November mencapai 317,4 juta dosis dari 412 juta dosis yang dibutuhkan, untuk menyuntik 208,2 juta penduduk.

Jika rencana suntikan booster itu jadi dijalankan, maka Indonesia mengikuti langkah negara lain yang menyuntik warganya dengan dosis ketiga vaksin Covid-19, diantaranya Thailand, Kamboja dan Singapura. ***



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id