Netanyahu Tolak Kesepakatan Sementara AS-Iran terkait Program Nuklir




Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pada Minggu (18/6), ia menentang kesepakatan sementara yang dilaporkan sedang dinegosiasikan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Iran.

Netanyahu berbicara setelah sejumlah laporan di media Israel mengatakan, Washington dan Teheran sedang berupaya mencapai kesepakatan untuk menahan program nuklir Iran, sebagai imbalan atas keringanan sanksi. Laporan tersebut belum bisa dikonfirmasi secara independen, dan AS secara terbuka membantah adanya kesepakatan semacam itu.

Netanyahu mengatakan Israel telah memberitahu AS bahwa “pemahaman terbatas yang disebut dengan ‘perjanjian kecil,’ menurut kami tidak sejalan dengan tujuan global dan kami menentang adanya kesepakatan tersebut.”

Situs berita Israel Walla pekan lalu melaporkan bahwa di bawah kesepakatan yang baru tersebut, Iran akan membatasi pengayaan uraniumnya hingga 60 persen dengan imbalan keringanan sanksi. Situs itu juga mengatakan kedua belah pihak sedang mendiskusikan upaya untuk saling membebaskan tahanan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan pada minggu lalu bahwa “tidak ada kesepakatan,” seraya menambahkan bahwa laporan tersebutv tidak benar.¬†

Dalam laporannya, Walla menyebutkan Netanyahu telah mengungkapkan detail dari kesepakatan tersebut dalam rapat terbaru komite parlemen. AS dan Israel sendiri telah berbagi mengenai informasi intelijen dan fokus dari interaksi antar kedua negara itu tertuju pada Iran dan progrtam nuklirnya. [my/jm/rs]

Source link


Artikel ini terbit atas kerjasama afiliasi Zonautara.com dengan Voice of America (VOA) Indonesia

Related Posts

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com