ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) berhasil menunjukkan komitmen dan kinerja luar biasa dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya.
Keberhasilan ini tidak hanya diwujudkan melalui penguatan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), tetapi juga mendapat pengakuan nasional dengan penetapan Sitaro sebagai salah satu daerah berkinerja unggul dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk tahun 2024.
Penetapan ini, yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 400.5.5/Kep/Bangda/2025, menjadi bukti konkret efektivitas strategi pemerintah daerah Sitaro dalam mengendalikan prevalensi stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3AP2KB) Kabupaten Sitaro, Evita Janis, pada Kamis (28/11), menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama keberhasilan program yang secara khusus menyasar keluarga berisiko stunting, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
Evita Janis menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya dibebankan pada dinas kesehatan atau P3AP2KB.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak di Sitaro. Penurunan kasus stunting di Sitaro menunjukkan perkembangan yang positif, dan ini memang menjadi atensi pimpinan daerah,” ujarnya.
Program GENTING sendiri berfokus pada pemberian bantuan dan pendampingan yang mencakup pemenuhan gizi seimbang, perbaikan akses sanitasi, serta edukasi pola asuh yang tepat bagi keluarga sasaran.
Janis lebih lanjut menegaskan kembali visi jangka panjang pemerintah daerah, menyatakan bahwa “Pencegahan dan penurunan stunting bukan sekadar target angka, tapi bagian dari investasi besar kita untuk masa depan generasi Sitaro yang lebih sehat dan cerdas.”

Komitmen ini sejalan dengan target nasional tahun 2025 yang dipatok sebesar 18,8 persen.
Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan kinerja unggul tersebut. Ia menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan penuh dari masyarakat.
Kalangit juga mengulangi pentingnya upaya ini dan menegaskan bahwa “Pencegahan dan penurunan stunting bukan hanya target angka, tetapi bagian dari investasi besar kita untuk masa depan generasi Sitaro yang lebih sehat dan cerdas.”
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat inisiatif melalui rangkaian program berkelanjutan. Upaya ini meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi yang masif, hingga perbaikan infrastruktur sanitasi dan lingkungan permukiman.
Pemerintah berharap, melalui penguatan program GENTING dan sinergitas yang terjalin erat, target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal, guna mewujudkan generasi emas yang bebas stunting di wilayah kepulauan.
Masyarakat yang ingin berkontribusi sebagai “orang tua asuh” didorong untuk menghubungi kantor Dinas P3AP2KB setempat guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

(Advertorial)


