ZONAUTARA.com – Ketidaktepatan sasaran program bantuan sosial menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion Studi Kelayakan Sistem Informasi Demografi yang digelar Pemerintah Kota Kotamobagu di Aula Bapelitbangda, Kamis (11/12/2025).
Melalui forum ini, pemerintah daerah mendorong penguatan validasi data dari tingkat desa dan kelurahan.
Staf Khusus Wali Kota Bidang Komunikasi dan Informasi, Supardi Bado, menyampaikan bahwa persoalan bantuan yang tidak tepat sasaran kerap memicu kritik publik, termasuk di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya sistem data yang selama ini digunakan.
“Masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan namun tidak menerima bantuan, sementara sebagian penerima justru berasal dari keluarga mampu,” ujarnya.
Ia mencontohkan sektor pendidikan, pelatihan tenaga kerja, hingga pertanian yang masih menghadapi persoalan serupa. Supardi menyinggung program pelatihan kakao di Luwuk yang seharusnya memprioritaskan peserta dari keluarga kurang mampu agar berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.
Di sektor UMKM, ia juga menekankan pentingnya objektivitas dalam proses seleksi penerima bantuan.
“Fakta sering menunjukkan penerima bantuan berasal dari keluarga pejabat atau aparat. Padahal tujuan kita adalah menekan angka kemiskinan. Jika sasaran tidak tepat, program tidak akan efektif,” katanya.
Supardi berharap FGD ini menjadi ruang partisipatif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem informasi demografi yang sedang dirancang.
“Masukan Bapak-Ibu sangat penting, karena Bapak-Ibu adalah pemangku kepentingan dari tingkat bawah hingga atas. Semoga sistem yang dibangun semakin kuat dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
FGD tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Adnan Massinae, pimpinan organisasi perangkat daerah, narasumber Devita A. Djunaidi, serta para lurah, sangadi, dan perwakilan kelurahan dan desa.

