ZONAUTARA.com – Pemerintah mempertimbangkan untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seiring dengan masih berlangsungnya penghitungan harga energi global dan domestik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah proses evaluasi selesai.
Pada Rapat Kerja Kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga akan mencakup berbagai jenis BBM, termasuk RON 92, 95, 98 hingga solar jenis Dex. “Mengenai BBM RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah penghitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise,” ujarnya.
Bahlil berharap harga minyak mentah Indonesia (ICP) dapat menurun agar kebijakan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Penghitungan harga ini dilakukan dengan kolaborasi bersama Pertamina dan pihak swasta. Ia juga menyebutkan komunikasi intensif dilakukan terkait dua kapal milik Pertamina yang tertahan di kawasan Selat Hormuz, dengan harapan situasi dapat segera selesai.
Terkait impor minyak mentah, Bahlil menuturkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah masih terbatas. Impor melalui Selat Hormuz hanya berkisar 20% hingga 25% dari total kebutuhan nasional, dengan alternatif impor dari negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, dan Amerika. “Crude saja itu 20%-25%, dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita sudah clear lah, aman,” ujarnya.
Selain itu, Bahlil memastikan bahwa pasokan LPG dalam kondisi aman, dengan cadangan di atas 10 hari dan pengadaan dari negara lain seperti Australia dan Amerika. “LPG nggak ada urusannya sama Selat Hormuz. Karena kita sudah ambil dari Australia, Amerika dan negara lain,” pungkas Bahlil.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

