ZONAUTARA.com – Pemilu di Inggris yang akan digelar minggu depan diperkirakan akan membawa perubahan signifikan terhadap peta politik negara tersebut. Ketegangan muncul terkait kemungkinan pergeseran kekuatan politik, terutama terkait dengan posisi Perdana Menteri Keir Starmer yang sedang diuji di tengah ketidakstabilan politik.
Kepemimpinan Keir Starmer menjadi pembicaraan serius di kalangan Partai Buruh, dengan spekulasi mengenai potensi kudeta dari dalam partainya sendiri. Menurut sekutu dekat Starmer, dia tetap bergeming untuk ‘tidak ada kesepakatan, tidak ada pakta, tidak ada jadwal’ dan berkomitmen menyelesaikan tugasnya sebagai Perdana Menteri. Mereka menyatakan bahwa fokus Starmer adalah pada agenda internasional, khususnya untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, Reform, partai yang telah memimpin jajak pendapat di seluruh Inggris lebih dari setahun, diprediksi akan mengamankan posisinya dengan perolehan kursi signifikan. Seorang sumber dari dalam partai menyebutkan bahwa mereka berpotensi mendapatkan peningkatan kursi hingga empat digit di dewan lokal, dengan memperkirakan akan memenangi setidaknya 1.500 dari sekitar 5.000 kursi yang diperebutkan. Reform juga membidik posisi kuat di Skotlandia dan Wales untuk memperkuat posisinya sebagai partai oposisi utama melawan Partai Buruh.
Partai Hijau juga menghadapi ujian nasional pertamanya di bawah kepemimpinan Zack Polanski. Dengan peningkatan popularitas, mereka berharap dapat menambah setidaknya 500 kursi, serta mengejar kendali atas beberapa dewan lokal di London, termasuk kemungkinan mendapatkan walikota di beberapa daerah seperti Hackney di London timur.
Namun demikian, hasil pemilu masih belum pasti dan spekulasi mengenai potensi pergolakan terus berlanjut. Apakah Reform akan menggantikan posisi Partai Konservatif sebagai partai kanan utama, dan bagaimana pengaruh Partai Hijau terhadap perolehan suara Partai Buruh di kota besar seperti London akan menjadi titik penting pengamatan minggu depan.
Diolah dari laporan BBC News.

