Empat Pembunuh Lansia di Riau Positif Ekstasi

Empat pelaku pembunuhan sadis di Pekanbaru positif ekstasi menurut tes urine.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Empat pelaku pembunuhan dan pencurian terhadap Dumaris Boru Sitio, seorang lansia berusia 60 tahun, di Kota Pekanbaru, Riau, diketahui positif menggunakan narkotika jenis ekstasi. Hal ini terungkap dari hasil tes urine terhadap keempat tersangka.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa para pelaku, yakni AF, SL, E, dan I, positif mengonsumsi amfetamin atau ekstasi. “Hasil pemeriksaan empat tersangka tersebut, AF, SL, E, dan I, positif menggunakan amfetamin atau ekstasi,” ujar Zahwani pada Minggu (3/5).

Zahwani menjelaskan bahwa pengaruh narkotika tersebut memicu keberanian para pelaku untuk melakukan pembunuhan secara sadis dengan memukuli korban menggunakan balok kayu. Menurutnya, “Ada pengaruh stimulan dan halusinogen sehingga pelaku berani bertindak keji. Ini ada pengaruh obat-obatan terlarang, sehingga pelaku bisa melakukan aksi secara keji dan melakukan pemukulan dengan barang bukti kayu, yaitu balok kayu yang disiapkan.”

AF, yang merupakan menantu korban, diduga sebagai otak dari perencanaan kejahatan ini. Berdasarkan keterangan Zahwani, AF datang dari Medan dengan tujuan awal untuk merampok korban yang merupakan mertuanya. Namun, sesampainya di Pekanbaru, niat tersebut berubah menjadi pembunuhan yang sudah direncanakan. “Niat awal ingin merampok, akhirnya melakukan pembunuhan. Sudah direncanakan,” tambah Zahwani.

Keempat pelaku didakwa dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta menambahkan bahwa tersangka dikenakan pasal ganda, yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Pasal 459 dan/atau Pasal 458 ayat 3 dan/atau Pasal 479 dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun,” ungkapnya.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com