ZONAUTARA.com – Konflik yang terus bergejolak di wilayah Timur Tengah kini memasuki fase baru yang lebih kompleks. Sejumlah langkah militer, diplomatik, dan ekonomi dilakukan oleh Amerika Serikat, Iran, dan Israel. AS berpartisipasi dengan menyetujui penjualan senjata ke Qatar dan Israel, sekaligus menerapkan sanksi baru terhadap Iran.
Amerika Serikat telah menyetujui penjualan rudal Patriot senilai US$4 miliar kepada Qatar dan sistem persenjataan presisi untuk Israel senilai hampir US$1 miliar. Menurut Departemen Luar Negeri AS, penjualan ini mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional negara adidaya tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa AS akan menarik 5.000 pasukan dari Jerman dalam waktu satu tahun. Penarikan ini terjadi setelah ancaman Presiden Donald Trump terkait konflik dengan Iran dan perselisihan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz.
Di Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei menyerukan “perang ekonomi” kepada rakyatnya sebagai tanggapan terhadap tekanan internasional. Sementara itu, di medan perang, 14 tentara Iran tewas dalam operasi penjinakan bom di Zanjan.
Konflik ini juga berdampak di Lebanon, di mana serangan Israel mengakibatkan 13 orang tewas di beberapa wilayah, termasuk Habboush dan Zrariyeh. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan beberapa serangan yang menewaskan warga sipil meskipun terdapat perintah evakuasi sebelumnya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

