ZONAUTARA.com – Pemerintah federal Amerika Serikat tengah mengalami transformasi branding kepresidenan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menyematkan nama Donald Trump pada berbagai aset negara. Langkah ini meliputi gedung perkantoran, kapal perang, situs web layanan kesehatan, dan paspor.
Transformasi ini merupakan upaya sistematis dari pemerintahan Trump untuk menanamkan citra presiden ke dalam struktur pemerintahan federal, jauh di luar dokumen internal. Fenomena ini bertolak belakang dengan masa jabatan pertamanya, di mana pencantuman namanya hanya sebatas pada cek bantuan covid-19.
Salah satu perubahan signifikan adalah keputusan Departemen Keuangan AS untuk menambahkan tanda tangan Trump pada mata uang kertas AS yang akan datang. Ini adalah pertama kali tanda tangan seorang presiden yang sedang menjabat akan muncul pada lembaran dolar, yang biasanya hanya menampilkan tanda tangan Menteri Keuangan.
Selain itu, dalam rangka memperingati 250 tahun Amerika Serikat, beberapa institusi penting juga mengalami perubahan nama. Gedung markas besar U.S. Institute of Peace di Washington diubah menjadi Donald J. Trump U.S. Institute of Peace pada Desember 2025. Sementara itu, Kennedy Center berubah menjadi The Donald J. Trump and John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts.
Di sektor militer, mantan Sekretaris Angkatan Laut John Phelan memperkenalkan kapal perang Trump-class, termasuk USS Defiant, yang disebut-sebut sebagai kapal perang paling mematikan di dunia. Upaya branding agresif ini menuai gugatan hukum, termasuk dari Partai Demokrat dan keluarga Kennedy, serta kelompok lingkungan terkait penggunaan wajah Trump pada kartu pas taman nasional tahunan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

