Dokumen Diduga Surat Terakhir Jeffrey Epstein Dibuka Hakim AS

Hakim AS buka dokumen diduga surat bunuh diri Jeffrey Epstein, mengungkap frustrasi dan kecaman.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Seorang hakim federal di Amerika Serikat, Kenneth Karas, dari Distrik Selatan New York, telah membuka segel dokumen yang diduga kuat sebagai surat bunuh diri Jeffrey Epstein pada Rabu (6/5). Dokumen ini sebelumnya tersimpan rapat dan memberikan gambaran baru mengenai kondisi psikologis narapidana kasus kejahatan seksual tersebut sebelum ditemukan tewas di selnya.

Perintah untuk membuka dokumen tersebut dikeluarkan setelah adanya permintaan resmi dari media The New York Times. Dokumen tersebut, meskipun belum terverifikasi dan tidak mencantumkan tanggal, dimasukkan ke dalam berkas pengadilan oleh mantan rekan satu sel Epstein yang mengklaim telah menemukannya.

Isi dari catatan ini menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap investigasi federal yang menjeratnya, termasuk kalimat-kalimat yang mengecam pihak berwenang. Dalam petikan catatan tersebut, tertulis, “Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan – tidak menemukan APA PUN!!!” dan “Adalah sebuah anugerah untuk bisa memilih waktu bagi seseorang untuk mengucapkan selamat tinggal.” Catatan itu juga menyebutkan, “TIDAK MENYENANGKAN – TIDAK SEBANDING!!”

Sampai saat ini, Departemen Kehakiman AS (DOJ) belum bisa memastikan apakah catatan tersebut benar asli milik Epstein. Namun mereka mengakui bahwa pengungkapan dokumen ini memiliki kepentingan publik yang sangat besar, khususnya terkait kontroversi seputar kematian Epstein. Pihak DOJ menyatakan, “Tampaknya ada kepentingan publik yang kuat terhadap keadaan di sekitar kematian Epstein sebagaimana dijelaskan dalam mosi pembukaan segel ini.”

Pengungkapan catatan ini muncul di tengah meningkatnya ketertarikan publik terhadap apa yang disebut sebagai “Epstein Files.” Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas bunuh diri pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Peristiwa itu memicu teori konspirasi dan penyelidikan federal yang masih terus berjalan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan kejahatannya.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com