ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjaga inflasi tetap rendah hingga tahun 2027, meskipun terjadi gangguan rantai pasokan global akibat konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam dokumen rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, pemerintah menargetkan sasaran inflasi sebesar 2,5% plus minus 1%, atau di kisaran bawah 3,5%.
“Kebijakan moneter tahun 2027 diarahkan untuk menjaga inflasi dalam rentang sasaran 2,5±1,0 persen,” demikian tertulis dalam dokumen RKP 2027 yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas, Jumat (8/5/2026).
RKP 2027 menyoroti empat agenda utama dalam pengendalian inflasi. Pertama, stabilisasi pasokan dan harga melalui bantuan pangan, gerakan pangan murah, dan evaluasi harga eceran tertinggi komoditas pangan. Kedua, peningkatan produksi dalam negeri melalui pengembangan kawasan pangan dan hortikultura, serta penguatan cadangan pangan pusat dan daerah.
Agenda ketiga mencakup kelancaran distribusi dengan peningkatan konektivitas antarwilayah dan perluasan kerja sama antardaerah. Keempat, ada perbaikan kualitas dan integrasi data pangan, serta koordinasi kebijakan harga yang ditetapkan pemerintah sesuai untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Tingkat inflasi yang terjaga tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan di kisaran 5,9% hingga 7,5%. Selain itu, dokumen RKP 2027 juga menggarisbawahi risiko kenaikan harga energi dan komoditas akibat konflik geopolitik yang dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

