Banyak Anggota Parlemen Partai Buruh Kritik Pemimpin Setelah Kekalahan Pemilu

Banyak anggota Partai Buruh Inggris mengkritik pemimpin mereka, Sir Keir Starmer, setelah kekalahan signifikan dalam pemilu.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Kekalahan telak dalam pemilu baru-baru ini membuat banyak anggota Partai Buruh di Inggris menyalahkan pemimpin mereka, Sir Keir Starmer, dan mendesaknya untuk segera mengundurkan diri. Setidaknya ada selusin anggota parlemen dari Partai Buruh yang secara terbuka menyatakan ketidakpuasan dan mendesak adanya batas waktu untuk kepemimpinan Starmer.

Banyak anggota Partai Buruh yang percaya bahwa perdana menteri, yakni Starmer sendiri, merupakan sosok yang tidak disukai banyak pemilih. “Ada satu isu di lapangan dan itu adalah Keir. Jika dia memimpin kami dalam pemilu berikutnya, kami akan mati,” ujar seorang anggota parlemen Partai Buruh kepada BBC.

Seorang anggota parlemen lainnya yang biasanya setia, dari daerah yang memilih Reform secara besar-besaran dalam pemilu Kamis lalu, menyatakan bahwa kenyataannya para pemilih tidak membenci Partai Buruh, namun “mereka membenci Keir”. Seorang tokoh senior Partai Buruh mengatakan kepada saya, “semua orang di Wales mengatakan ini semua adalah kesalahan Starmer.”

Namun, ada juga kekhawatiran tentang dampak dari perebutan kepemimpinan di saat partai sedang berkuasa, dan apakah pergantian pemimpin akan memberikan perubahan signifikan. Seorang anggota parlemen lainnya menyatakan, “Saya masih berpendapat bahwa siapa pun yang mengambil alih akan mewarisi masalah yang sama – negara yang tidak sabar dan hampir tidak bisa diatur yang menginginkan pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran pada hampir semua hal.”

Kebanyakan menteri kabinet berkumpul mendukung Starmer, dengan menyuarakan pernyataan dukungan dan meminta upaya kolektif untuk membalikkan hasil pemilu yang buruk ini. Menteri Bisnis Peter Kyle mengatakan, “Membalikkan hasil ini memerlukan upaya kolektif, bukan sekadar menyalahkan pemimpin.”




“Pesan dari publik sudah jelas,” ujar mantan menteri kabinet Louise Haigh kepada BBC, “Kecuali jika pemerintah memberikan perubahan mendesak dan signifikan, jelas perdana menteri tidak bisa memimpin kami dalam pemilu berikutnya.”

Sementara itu, Sarah Owen dari kelompok “sayap kiri lunak” Tribune menyatakan, “kecuali Keir Starmer memberikan perubahan nyata … dia tidak bisa memimpin kami dalam pemilu berikutnya (baik lokal maupun nasional).” Beberapa anggota dalam kelompok tersebut hanya memberikan dukungan sementara hingga Andy Burnham dapat kembali ke Westminster dan menantang untuk kepemimpinan.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com