ZONAUTARA.com – Reform UK berhasil meraih suara signifikan dari Swansea hingga Sunderland, menghadirkan tantangan baru bagi partai besar seperti Partai Buruh. Di Caerphilly, Wales, Jumat malam lalu, Bernard dan Linda menjelaskan pertaruhan mereka. “Dengan Partai Buruh, saya merasa tidak mendapatkan apa-apa,” ujar Linda kepada program Today BBC Radio 4. Bernard menambahkan, “Mereka bukan kelas pekerja sekarang.”
Reform UK, yang sebelumnya nyaris tidak memiliki kehadiran, kini memiliki 34 kursi di Senedd Wales sementara Partai Buruh hanya sembilan dari total 96. Di Skotlandia, Reform UK memperoleh 17 kursi MSP. Di timur laut Inggris, hasil pemilu lokal ini memberi Reform UK lebih dari yang mereka bayangkan, menjadi mimpi buruk bagi Partai Buruh.
Faktor nasional seperti ketidakpuasan terhadap pemerintah dan perdana menteri sangat memengaruhi pemilih, dengan Reform UK sukses menjadikan jajak pendapat ini sebagai referendum terhadap Sir Keir Starmer. Kebijakan perbatasan terkait imigrasi juga mempengaruhi. Meski peristiwa di Westminster berperan, ada faktor lokal yang juga signifikan.
Pemerintah daerah menghadapi tantangan besar terkait kebijakan austerity selama 15 tahun terakhir. Dengan pengecualian Hartlepool, dewan-dewan Partai Buruh meningkatkan pajak dewan hingga hampir 5% tahun ini. Di Sunderland, meski ada regenerasi dalam dua tahun terakhir, publik merasa sudah terlambat. Di Gateshead, penutupan jalan layang yang menghubungkan kota dengan Newcastle selama kampanye pemilu menambah rasa ketidakpuasan.
Peringatan bagi Partai Buruh sebetulnya sudah ada sejak pemilu 2024, meski mereka meraih hampir semua kursi di timur laut, Reform UK tampil kuat di posisi kedua. Ketidakpuasan terhadap partai-partai besar membuat pemilih mencari alternatif, mirip dengan Referendum Brexit 2016 ketika orang merasa tidak ada yang bisa lebih buruk lagi.
Diolah dari laporan BBC News.

