ZONAUTARA.com – Dua desa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yakni Mataue dan Boladangko, terisolasi akibat terputusnya jembatan penghubung akibat banjir pada Minggu, 17 Mei 2026. Warga terpaksa melintasi sungai untuk beraktivitas sehari-hari setelah banjir melanda wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mendata bahwa di Desa Mataue terdapat jembatan penghubung menuju Dusun 2 yang terputus, memaksa 30 Kepala Keluarga (KK) di dusun tersebut beraktivitas hanya dengan berjalan kaki. “Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto di Palu, Senin.
Situasi di Desa Mataue memprihatinkan, dengan 16 kelompok rentan yang terdiri dari 4 balita, 9 lansia, dan 3 penyandang disabilitas masih terisolasi. Akses menuju fasilitas umum di Desa Boladangko juga terhambat akibat tertutup material banjir, meskipun tidak ada korban jiwa atau pengungsi yang tercatat.
“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi disebabkan banjir tersebut, namun kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan sisa material banjir serta pembuatan jembatan darurat dan bronjong,” ungkap Asbudianto.
Sebagai langkah penanggulangan, aparat Desa Boladangko bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan material secara mandiri untuk mengembalikan aktivitas normal. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, telah menginstruksikan penggunaan alat berat untuk membangun jembatan darurat dan mencegah banjir susulan di Kulawi.
Diolah dari laporan Antara.

